JawaPos Radar

Telur dan Susu Sumbang Inflasi Tertinggi Kota Cirebon

04/08/2018, 22:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Inflasi Kota Cirebon
ILUSTRASI: Bahan pokok makanan, telur menyumbang inflasi terbesar di Kota Cirebon. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komoditas bahan makanan pokok jenis telur dan susu memberikan andil terbesar penyumbang inflasi di Kota Cirebon pada Juli lalu. Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,36 persen.

Kasie Statistik dan Distribusi BPS Kota Cirebon, Pepen Supena mengatakan, dari tujuh kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, semua kota tercatat mengalami inflasi, termasuk Kota Cirebon. Disebutkan, kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah Bahan Makanan sebesar 0,23 persen.

"Bahan pangan pokok penyumbang inflasi terbesar. Untuk subkelompok makanannya yaitu, telur dan susu, sebesar 0,14 persen. Ini terjadi karena kelangkaan telur beberapa pekan lalu," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (4/8).

Lanjut Supena mengatakan, provinsi Jawa Barat mengalami inflasi pada Juli 2018 ini. Diketahui, terdapat empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan tiga kelompok lainnya mengalami deflasi.

Empat kelompok bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 1,03 persen. Kelompok makanan yang dimaksud itu antara lain, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi 0,10 persen. Kelompok penyumbang inflasi lainnya, yakni sandang dan kesehatan memberikan andil masing-masing inflasi 0,16 persen dan 0,80 persen.

Sementara itu, tiga kelompok yang tidak memberikan andil inflasi atau deflasi yaitu kelompok perumahan, pendidikan, transportasi dan komunikasi.

"Untuk harga kebutuhan perumahan seperti air, listrik, gas, dan bahan bakar, mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, atau mengalami deflasi," ujarnya.

Kelompok lainnya, pendidikan, rekreasi dan olaharaga pun mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. Untuk kegiatan transportasi komunikasi dan jasa keuangan pun tidak ada gejolak kenaikan harga, bahkan mengalami deflasi sebesar 0,43 persen.

"Kalau di lihat dari skala luas, kenaikan bahan pangan berdampak inflasi. Untuk skala Jawa Barat mengalami inflasi 0,37 persen, sementara tingkat Nasional pun mengalami inflasi 0,28 persen," ujarnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up