JawaPos Radar

Lipsus

Simsalabim Dirdik KPK

04/08/2018, 19:14 WIB | Editor: Kuswandi
Dirdik KPK
Ilustrasi pemilihan direktur penyidikan KPK (Koko/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - “Calon Dirdik KPK, unsur Polri: Arief Adiharsa, Yudhiawan, R.Z. Panca Putra. Unsur Kejaksaan, Yudi Kristiana,” demikian bunyi broadcast sejumlah nama-nama calon Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (Dirdik KPK) yang beredar di kalangan grup aplikasi whatsapp wartawan Rabu (1/8) siang. Dari empat nama tersebut, sebenarnya ada satu lagi kandidat yang berasal dari kalangan internal KPK yang diusung. Namun karena yang bersangkutan merupakan salah satu penyidik yang kerap bekerja secara senyap, namanya tak ikut dipublis.

Beredarnya sejumlah nama calon pejabat penting  di lembaga antirasuah secara diam-diam tersebut membuat publik bertanya-tanya. Sebab, tanpa mengetahui proses awal pendaftarannya, tiba-tiba saja KPK menyisakan lima orang kandidat calon dirdiknya.

“Kemarin (Selasa 31/7) tahap akhir, wawancara (dengan pimpinan),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada JawaPos.com, Rabu (1/8) kemarin.

Penyidik KPK
Ilustrasi: Penyidik KPK saat sedang melakukan penggeledahan di kantor firma hukum Fredrich Yunadi (Teguh Kautsar/JawaPos.com)

Febri membantah jika proses perekrutan Dirdik di lembaganya dilakukan secara tak transpraran. Dia beralasan jika perekrutan dirdik memang tak dibuka secara umum. ”Memang nggak dibuka secara umum,” kilahnya.

Senada dengan Febri, Ketua KPK Agus Raharjo menegaskan jika pihaknya telah bersikap transparan, karena telah jauh-jauh hari mengumumkan perihal proses perekrutan dirdik di lembaga yang dipimpinnya.

“Yang bisa dan punya pengalaman menyidik kan instansinya terbatas. KPK sendiri, polisi dan jaksa. KPK Jauh-jauh hari menyurati mereka dan juga diumumkan secara internal. Pendaftar cukup banyak, dan lima terbaik yang kemarin di wawancara,” kata Agus ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (4/8).

Febri menjelaskan, sebelum mengikuti tahap wawancara, lima calon yang tersisa tersebut sudah melewati berbagai tahapan tes. Adapun tahapan tes tersebut antara lain pertama, seleksi administrasi, kedua tes potensi, ketiga assesment kompetensi termasuk kemampuan bahasa Inggris, dan keempat tes kesehatan. Proses ini hampir sama dengan berbagai proses seleksi atau rekrutmen jabatan di KPK.

”Jadi, tahapan tes ini juga sama untuk tes rekrutmen Deputi Bidang Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) dan Direktur PI. Direktur PIPM Pak Herry dan Direktur PI Pak Subroto dilantik Rabu (1/8)," terang Febri.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, mantan aktivis antikorupsi ini mengatakan jika lima calon tersebut akan ditelusuri rekam jejaknya sebelum pimpinan KPK mengambil keputusan.

"Pimpinan KPK akan mempertimbangkan dan membahas bersama kandidat yang tepat dengan memperhatikan rekam jejak masing-masing calon," katanya.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, demi mendapat calon terbaik untuk menempati posisi sentral tersebut, pihaknya telah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi lima calon direktur penyidikan tersebut.

Penelusuran dari PPATK ini dibutuhkan untuk memastikan kandidat pemimpin tak memiliki rekam jejak transaksi yang mencurigakan. "Kita akan meminta data PPATK mengenai kemungkinan-kemungkinan kalau ada transaksi yang tak benar terhadap masing-masing calon, dari situ kita baru kemudian akan menentukan," jelasnya.

Agus juga menambahkan proses seleksi ini akan rampung dalam waktu dekat. Saat ini, kata Agus, pihaknya sedang memeriksa secara rinci rekam jejak masing-masing calon.

"Background check itu akan di cek ya track recordnya yang bersangkutan, pokoknya enggak lama lagi," katanya.

Mantan Kepala LKPP tersebut meminta semua pihak tidak berspekulasi terkait sosok dirdik yang akan terpilih nanti. Agus memastikan, calon dirdik yang terpilih nanti merupakan sosok terbaik dari semua calon.

"Kita lihat yang terbaik dari yang ada, jadi jangan kita mengartikan dari awal, toh kita juga masih melakukan background check tadi," katanya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi perihal permintaan penelusuran rekam jejak calon Dirdik KPK, Kepala PPATK Kiagus Badarudin membenarkannya.

”Sudah kami terima permintaan dari KPK. Lagi kami proses. Nanti bagaimana hasilnya akan kami serahkan kepada pihak yang meminta,” terang Kepala PPATK Kiagus Badarudin, ketika dikonfirmasi JawaPos.com.

Keterangan ini berbeda dengan Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Ray. Dian malah mengatakan jika pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap rekam jejak sejumlah calon direktur penyidikan KPK dan menyerahkan hasilnya ke pimpinan KPK. Namun, terkait bagaimana hasil penelusurannya, orang nomor dua di lembaga telik sandi keuangan tersebut enggan membeberkannya.

“Sudah selesai. Semua hasilnya sudah kita kirim ke KPK,” kata Dian kepada Jawapos.com.

Kini, usai tak lama nama sejumlah calon dirdik tersebut beredar di kalangan awak media, dikabarkan pimpinan KPK sudah memilih satu orang kandidat sebagai direktur penyidikan untuk menggantikan posisi Aris Budiman yang akan segera kembali ke korps bhayangkara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, pihak yang dipilih yakni Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol. R.Z. Panca Putra. “Panca yang dipilih,” tutur sumber JawaPos.com di internal KPK. Hal senada juga dibenarkan sumber lain. ”Panca dari Polri,” kata sumber lain.” Infonya Panca (yang dipilih),” imbuh sumber lainnya.

Jika benar Panca yang dipilih, maka dugaan adanya penggembosan KPK dari dalam sedikit demi sedikit mulai terkuak. Sebab, informasi adanya perwakilan dari pihak trunojoyo, sebutan untuk Mabes Polri, yang akan mengisi posisi sebagai Dirdik KPK sudah santer terdengar sejak lama.

“Ini kan sudah lama isu ini, Dirdik akan digeser setelah ada orang Polri yang menggantinya,” kata sumber JawaPos.com lain. Bahkan saking geramnya dengan kondisi KPK, beberapa pegawai KPK lain menyebut jika KPK tak ubahnya seperti bayang-bayang Polri. Ini karena hampir semua jabatan penting di lembaga antirasuah, diisi oleh sejumlah perwira Polri. “KPK sudah seperti Polda cabang Kuningan,” ketus sumber lain.

Selain itu, jika memang Panca yang terpilih, hal ini jelas menciderai nama baik lembaga antirasuah yang dikenal memiliki sistem dan budaya kerja yang baik, serta sumber daya manusia yang berintegritas. 

Ini karena berdasarkan data yang dilansir dari website KPK yang berisi data laporan kekayaan negara penyelenggara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/, tak ada nama Panca tertera dalam laporan tersebut. 

Ketika ditanya perihal rumor beredarnya nama Panca yang dipilih sebelum pihaknya merilis secara resmi, semua pimpinan KPK bungkam. Demikian juga dengan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto dan Kabag Penum Polri, Kombes Pol. Syahar Diantono. 

Kini, bola ada di tangan Pimpinan KPK. Apakah benar telah memilih sosok calon direktur penyidikan yang berkualitas dan berintegritas, atau justru memilih calon titipan untuk menyenangkan segelintir orang yang syarat kepentingan. Kualitas dan integritas pimpinan KPK ke depan, diuji dari hasil pemilihan direktur penyidikan ini.

 

(wnd/ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up