JawaPos Radar

Binsar Berang Karya Fotonya Dipelintir Jadi Hoax Bangkai Mobil Esemka

04/08/2018, 18:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Hoax Mobil Esemka
Bangkai mobil itu ternyata bukan Esemka, melainkan bangkai kendaraan di Desa Simacem di kaki Gunung Sinabung. (Screenshot)
Share this

JawaPos.com - Binsar Bakkara, fotografer yang karyanya dicaplok dan diplintir menjadi hoax oleh salah satu akun media sosial akhirnya angkat bicara. Dia cukup berang setelah kabar karyanya dijadikan alat untuk menyesatkan orang lain. 

Foto yang dijadikan hoax itu adalah karya Binsar yang di-publish di laman apimages.com. Foto itu diambilnya ketika dia membuat essai tentang desa yang ditinggalkan karena dampak erupsi Gunung Sinabung. Foto itu dijepretnya pada November 2015 lalu. 

Foto yang menunjukkan sebuah mobil yang ditinggalkan itu kemudian dicaplok akun Facebook Zhal Yaz. Dalam postingan-nya dia menyebut itu adalah bangkai mobil Esemka yang sempat booming.   

Hoax Mobil Esemka
Karya Binsar soal Sinabung itu memang sengaja dibuatnya bertujuan untuk memberikan informasi soal Gunung Sinabung. Apalagi foto itu diambilnya dengan penuh risiko karena masuk ke dalam desa yang ditin (Screenshot)

"Mobil Esemka yang dijanjikan Pak Kowi," tulis akun Facebook Zhal Yaz. 

Sepertinya postingan yang kini sudah dihapus itu berkaitan dengan perkataan Presiden Joko Widodo yang menyinggung mobil Esemka ketika membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS pada Kamis (2/8). 

''Mobil Esemka yang dijanjikan Pak Kowi,'' tulis akun Facebook Zhal Yaz.

Tulisan itu di-posting dengan disertai dua foto bangkai kendaraan di sebuah semak-semak. Orang yang malas mencari tahu mungkin bakal percaya. Sebab, kejelasan tentang jadi tidaknya produksi massal mobil Esemka dan digadang-gadang menjadi mobil nasional memang masih simpang siur.

Berangnya Binsar, disebabkan karya fotonya dengan seenaknya diplintir oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dirinya pun berharap polisi dapat bertindak dan menangkap pemilik penyebar berita hoax tersebut.

"Sangat disayangkan ketika dokumentasi visual yang faktual dijadikan hoax. Ini bisa berdampak buruk," kata Binsar kepada JawaPos.com, Sabtu (4/8). 

Karya Binsar soal Sinabung itu memang sengaja dibuatnya bertujuan untuk memberikan informasi soal Gunung Sinabung. Apalagi foto itu diambilnya dengan penuh risiko karena masuk ke dalam desa yang ditinggalkan penghuninya. 

"Ini juga bukan karena foto saya yang dijadikan hoax. Penyebaran fitnah seperti ini sangat berbahaya. Saya berharap yang berkewenangan bisa menindak pelakunya. Kita harus bertanggung jawab dalam penyebaran informasi," tandasnya. 

Untuk diketahui, dari pencarian yang dilakukan JawaPos.com, terdapat jejak digital yang tersimpan di situs pencarian Yandex. Di sana muncul foto serupa yang diunggah sebuah blog. Bangkai mobil itu ternyata bukan Esemka, melainkan bangkai kendaraan di Desa Simacem di kaki Gunung Sinabung.

Bangkai mobil tua tersebut berhubungan dengan keganasan letusan Gunung Sinabung. Foto yang memperlihatkan setir mobil adalah milik Associated Press Images. Dijepret fotografer Binsar Bakkara pada 16 November 2015. Bagi Anda yang ingin melihat foto aslinya, kami siapkan link pendeknya yang akan merujuk ke situs AP Images, bit.ly/APSinabung.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up