JawaPos Radar

Sosok Pengantin Baru di Sleman yang Digeledah Densus Dikenal Tertutup

04/08/2018, 17:11 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penggeledahan Rumah Terduga Teroris
TERDUGA TERORIS. Rumah milik Arif, yang digeledah petugas dari Densus 88. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Arif, warga RT 6/13, Dusun Sribit Lor, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang bergaul dengan lingkungan sekitar. Ia juga dirasa sulit untuk diajak berkegiatan.

Hal itu dirasakan oleh Ketua RT 6/13, Dusun Sribit Lor, Wardiyana. Setiap kali ada kesempatan bertemu, ia selalu mengajaknya untuk berkegiatan RT. "Kalau sifatnya kegiatan RT itu tidak pernah ikut. Tidak mau sosialisasi, tapi kalau pas ada layatan saja," katanya, Sabtu (4/8).

Ia juga tidak tahu secara pasti mengenai apa pekerjaan yang dilakukan oleh Arif. Hanya, menurutnya, selain perilaku yang enggan bersosialisasi juga cara berpakaian keseharian memakai celana congklang. "Tidak tahu Arif sekarang itu di mana," ujarnya.

Penggeledahan Rumah Terduga Teroris
Ketua RT 6/13, Dusun Sribit Lor, Wardiyana mengungkapkan, sebuah rumah milik warganya digeledah Densus 88. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Arif selama ini tinggal terpisah dengan orang tuanya. Ia belum lama menikah dengan seorang perempuan dari Gresik, Jawa Timur (Jatim). "Ayahnya sudah tidak ada. Kalau ibunya memang dekat dengan sini, tapi sudah luar Padukuhan. Arif tinggal bersama istri, belum punya anak," katanya.

Ia juga menyebut, istrinya yang memakai cadar pun sifatnya tak jauh dari suaminya. Pekerjaan sehari-hari tak diketahui secara pasti. "Istrinya juga sama," ujarnya.

Untuk diketahui sebelumnya, rumah yang ditinggali Arif dan istrinya digeledah oleh Densus 88 Mabes Polri pada Sabtu (4/8) siang. Selama sekitar 20 menit, petugas melakukan penggeledahan. Hasilnya sejumlah barang bukti yang ditempatkan dalam 2 plastik diamankan oleh petugas dari rumah yang bersangkutan.

Penggeledahan dilakukan oleh lebih dari 20 orang petugas, yang sebagian memakai sebo. Sempat juga ada pemblokiran jalan menuju rumah milik Arif.

Terpisah, Kapolda DIJ Brigjend Pol Ahmad Dofiri saat dikonfirmasi mengenai penggeledahan yang dilakukan oleh Densus 88 itu pun masih belum mendapatkan laporan pada siangnya. "Belum nanti ya," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up