JawaPos Radar

Gelombang Panas Ancam Lahan Pertanian Korea Utara

04/08/2018, 16:38 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Gelombang Panas Ancam Lahan Pertanian Korea Utara
Setelah Korsel, Korut juga alami gelombang panas, suhu mencapai 37 derajat C. (BBC)
Share this image

JawaPos.com - Korea Utara (Korut) dalam ancaman gelombang panas. Pemerintah mengatakan hal itu sebagai bencana alam. Berseru agarnya warganya menyelamatkan tanaman dari ancaman kekeringan.

Semenanjung Korea sedang mengalami suhu dengan rekor terpanas. Termasuk Korea Selatan (Korsel) yang baru-baru ini melaporkan bahwa ada 28 orang tewas akibat panas.

"Suhu tinggi tahun ini adalah bencana alam yang belum pernah terjadi sebelumnya tetapi itu bukan kesulitan yang tak dapat diatasi," kata Media Pemerintah Korut dalam beritanya dilansir dari BBC Sabtu (4/8).

"Pejabat dan orang-orang yang bekerja di semua bidang dan unit, harus menjadi satu dan secara penuh bekerja dalam kampanye untuk mencegah kerusakan akibat suhu tinggi dan kekeringan," kata editorial di koran yang dikelola negara, Rodong.

Sementara itu, kantor berita negara KCNA mengatakan peralatan irigasi sedang diperbaiki, sumur serta waduk baru dibuat. "Pengangkut air, traktor, truk, dan kendaraan lain telah dibuat dalam pengairan lahan pertanian agar peralatan penyiraman tersedia," katanya.

Suhu di Pyongyang mencapai rekor tertinggi 37.8C pada hari Rabu (1/8). Ibu Kota Korsel, Seoul, juga baru-baru ini mencatat suhu terpanasnya di 39C.

Awal tahun ini, kepala Program Pangan Dunia di PBB, David Beasley melakukan kunjungan ke Korut, dan mengatakan negara itu bekerja keras untuk memenuhi standar gizi. David Beasley menghabiskan dua hari di Pyongyang, dan dua hari di luar ibu kota tersebut, ditemani oleh para petinggi pemerintah.

Dia mengatakan tingkat kelaparan tidak setinggi pada 1990-an. Ratusan ribu orang diyakini tewas dalam kelaparan yang meluas di Korut antara 1994 dan 1998.

"Saya tidak melihat kelaparan seperti yang Anda alami di masa paceklik tahun 1990-an, itu kabar baik," katanya kepada BBC.

Selain warga Korut yang kekurangan gizi akibat panas yang mempengaruhi tanaman jagung dan tanaman pangan lainnya, kelaparan terjadi karena Korut berada dibawah sanksi AS. Sanksi keras dari AS melalui PBB dikarenakan program rudal nuklir dan balistiknya, meskipun ada upaya diplomatik baru-baru ini dengan AS.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up