JawaPos Radar

Mobil Penyandang Disabilitas Tidak Ditilang Jika Langgar Ganjil Genap

04/08/2018, 15:30 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Mobil Penyandang Disabilitas Tidak Ditilang Jika Langgar Ganjil Genap
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi perhatian lebih terhadap para penyandang disabilitas atau difabel. Hal itu terlihat dari Pergub 77/2018 yang disahkannya pada Selasa (31/7).

Di dalamnya tertuang bahwa kebijakan perluasan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil genap selama Asian Games 2018 mengecualikan masyarakat difabel. Pasal 4 berbunyi pembatasan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tidak diberlakukan antara lain pada huruf k, yakni kendaraan yang membawa masyarakat difabel.

“(Ganjil genap) ada pengecualian untuk penyandang disabilitas, bahwa kita menyadari untuk penyandang disabilitas kebutuhan akses mereka lebih tinggi,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta.

Hal tersebut juga berdasarkan pengalamannya saat berinteraksi dengan para difabel. Mereka terpaksa menggunakan mobil untuk beraktivitas sehari-hari karena keterbatasannya. Bahkan, mobil tersebut pun dirancang khusus untuk digunakannya.

“Dia (difabel) tentu tidak bisa gonta-ganti mobil, mobilnya pun sudah dirancang khusus untuk digunakannya. Jadi pakai kursi roda, tapi pakai mobil,” kata dia.

Oleh karena itu, untuk mencirikan sebuah kendaraan milik penyandang disabilitas, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu meminta pihak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyediakan stiker yang nantinya akan ditempelkan di mobil mereka.

“Saya sudah instruksikan pada Dishub, nanti mereka akan kasih stiker khusus yang diberikan kepada para penyandang disabilitas,” jelasnya.

Sementara saat ini, mobil difabel yang diberhentikan tidak akan ditilang. Hal itu berlaku hingga penyediaan stiker telah memenuhi.

“Jadi kalau sekarang pas diberentiin ternyata disabilitas, maka itu bukan pelanggaran. Jadi dibiarkan. Kalau penyandang lewat meskipun tidak menaati ganjil henap, mereka dibolehkan masuk,” terang Anies.

Sebagai informasi, ganjil genap secara resmi diberlakukan mulai 1 Agustus 2018 hingga selama penyelenggaraan Asian Games 2018 pada 18 Agustus-2 September 2018. Pelaksanaannya, yakni Senin-Minggu pukul 06.00-21.00 WIB. Artinya, sistem yang bertujuan mengurangi volume kendaraan pribadi itu akan berlaku selama 15 jam setiap hari. (yes/Yesika)

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up