JawaPos Radar

Kejuaraan Dunia 2018

Dipermalukan Jepang, Greysia/Apriyani Minta Maaf

04/08/2018, 13:34 WIB | Editor: Banu Adikara
Kejuaraan Dunia 2018, Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Greysia Polii/Apriyani Rahayu berpelukan setelah mereka dikandaskan pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di partai semifinal Kejuaraan Dunia 2018 (Dok PBSI)
Share this image

JawaPos.com - Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi wakil Indonesia terakhir yang menjadi korban keganasan Jepang di Kejuaraan Dunia 2018. Mereka dipaksa pulang oleh Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di partai semifinal Kejuaraan Dunia 2018, Sabtu (4/8).

Tampil impresif dan tenang saat menundukkan pasangan Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan di babak perempat final, Greysia/Apriyani dibuat tidak berkutik oleh Mayu/Wakana. Mereka dihajar 12-21 dan 21-23.

Layaknya wakil ganda putri Indonesia lain yang juga bertekuk lutut di bawah kaki pasangan Jepang, Greysia/Apriyani mengaku tidak bisa bermain dengan tenang dan kalah sabar dengan Mayu/Wakana. Kedewasaan dan keuletan Mayu/Wakana juga ditunjukkan saat mereka sukses membalikkan keadaan di babak kedua saat sempat tertinggal 14-12 oleh Greysia/Apriyani.

Kejuaraan Dunia 2018, Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Banu Adikara/JawaPos.com)

Untuk kesekian kalinya, Greysia/Apriyani pun harus angkat topi kepada ganda putri Jepang. "Kami selalu keduluan serangan lawan. Saat sudah berhasil balik menekan, mereka tetap siap. Mereka terlihat agak goyang di gimm kedua, tapi mereka bisa balik siap lagi. Hari ini memang kami kurang tenang dalam mengembalikan bola," ujar Greysia.

Apriyani menambahkan, Mayu/Wakana punya gaya bermain yang sedikit lain dari pasangan tangguh Jepang lainnya. "Kalau pasangan Jepang yang lain cenderung main reli panjang, mereka mainnya langsung menyerang terus. Pukulan mereka juga keras," kata Apriyani.

Walau berhasil menjadi satu-satunya pasangan Indonesia yang membawa pulang medali perunggu, Greysia/Apriyani tetap mengaku kecewa. "Kami minta maaf karena kami main tidak seperti ekspektasi masyarakat Indonesia, pengurus PBSI, pelatih, bahkan ekspektasi diri kami sendiri," kata Greysia.

Sebelum Greysia/Apriyani, langkah dua pasangan Indonesia lain Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani juga dihentikan oleh pasangan Jepang di babak perempat final, Jumat (3/8) kemarin.

Della/Rizki dibungkam oleh Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto, sementara Anggia/Ketut dijungkalkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

(kar/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up