JawaPos Radar

Ratusan Oknum Bonek Sweeping KA dari Jakarta

04/08/2018, 12:55 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bonek
Sejumlah aparat Polsek Tambaksari berjaga di sekitar Stasiun Gubeng Baru dan Lama. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Oknum Suporter Persebaya Bonek Mania kembali berulah. Mereka membuat kerusuhan di Stasiun Gubeng, Surabaya, Sabtu (4/8). Aksi anarkis itu diperkirakan terjadi pukul 01.00 WIB. Kabarnya, terpicu atas laga Persija versus Arema yang akan digelar di Malang.

Dini hari tadi, ratusan orang yang diduga oknum Bonek terlihat berkerumun di luar Stasiun Gubeng Baru dan Gubeng Lama. Mereka sempat mencoba memaksa masuk area stasiun.

Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno membenarkan aksi anarkis tersebut. Prayitno langsung mengerahkan puluhan personelnya untuk mengamankan area stasiun.

Bonek
Penampakan pintu kaca kantor di Stasiun Gubeng yang pecah akibat lemparan batu. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Kami berjaga mulai pukul 01.15 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Karena ratusan Bonek terkonsentrasi di Stasiun Gubeng. Mereka mencoba memaksa masuk area dalam stasiun untuk melakukan sweeping terhadap penumpang KA dari Jakarta," kata Prayitno kepada JawaPos.com, Sabtu (4/8).

Beruntung, aksi anarkis dapat diredam sekitar 2 jam kemudian. Tidak ada korban saat aksi anarkis itu. Hanya ada satu penumpang kereta yang sempat dikeroyok, tapi berhasil dapat meloloskan diri.

Polisi menciduk dua orang di lokasi kejadian. Namun, Keduanya tidak ditetapkan sebagai pelaku penyerangan. "Saat pemeriksaan awal, dua orang oknum Bonek itu tidak terlibat penyerangan. Jadi kami masih mendalami kasusnya setelah memanggil orang tuanya," jelas Prayitno.

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Gayut Sutiyatmoko menceritakan, ratusan oknum Bonek mencoba menyerang di 3 stasiun sejak sekitar pukul 00.30 WIB. Yakni Stasiun Pasar Turi, Stasiun Gubeng Baru dan Lama, hingga Stasiun Wonokromo.

Mereka mencoba menyasar 3 KA asal Jakarta yang dijadwalkan tiba di Surabaya pada dini hari. Yakni, KA 178 Kertajaya, KA 187 Jayabaya, dan KA 145 Jayabaya. Sepanjang perjalanan dari Stasiun Pasar Turi, puluhan Bonek melempari gerbong KA yang melintas.

Kemudian ratusan bonek beralih dan terkonsentrasi di Stasiun Gubeng Baru dan Lama. Beberapa oknum Bonek berhasil masuk dan kembali melakukan aksi anarkis.

Mereka kembali melempari gerbong KA yang akan berhenti dengan batu. Massa juga sempat mengeroyok penumpang yang baru turun dari KA karena diduga warga Jakarta.

"Sebenarnya ada satu korban pengeroyokan. Tapi korban berhasil diselamatkan dan dilarikan ke pos kesehatan Stasiun Gubeng Baru. Meski lukanya tidak terlalu parah, korban akhirnya dirujuk ke RSU dr. Soetomo," terangnya.

Gatut tidak mengatakan berapa kerugian materiil yang diderita. Dia hanya mengkonfirmasi beberapa pintu kaca kantor stasiun dan resor jalan rel Stasiun Pasar Turi pecah karena lemparan batu. Beberapa oknum Bonek juga sempat menjarah satu swalayan di area dalam stasiun.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up