JawaPos Radar

95 Persen Warga Solo Sudah Terjangkau JKN-KIS

04/08/2018, 12:18 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
F. X. Hadi Rudyatmo
Wali Kota Solo F. X. Hadi Rudyatmo menyerahakan Kartu JKN-KIS kepada warga. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah menjangkau 95,54 persen warga Kota Solo. Dengan kata lain, Kota Solo sudah mencapai Cakupan Semesta jaminan kesehatan.

Kemudian hingga akhir tahun ini, semua warga Solo tercover program yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut. Salah satu upaya yang akan dilakukan Pemeritah Kota (Pemkot) Solo untuk mencapai target adalah dengan melakukan jemput bola. Yakni, mendatangi warga masyarakat kurang mampu yang belum menjadi peserta JKN-KIS.

"Jadi warga yang tidak mampu kami datangi. Langsung kami data dan masukkan sebagai penerima BPJS. Akhir tahun ini, seluruh warga Solo sudah tercover BPJS Kesehatan," terang Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo kepada JawaPos.com, Sabtu (4/8).

Bagi warga yang sudah menjadi peserta tetapi tidak mampu membayar iuran per per bulannya, akan langsung diintegrasikan ke BPJS yang dibiayai dari APBD. Tunggakan tersebut baru dibayar jika warga sudah mempunyai dana yang mencukupi.

"Kadang ada warga yang mandiri ikut BPJS, tetapi tidak mampu membayar iuran sampai berlarut-larut. Itu nanti akan langsung diintegrasikan dan terbitkan kartu JKN-KIS dengan uang dari APBD," kata Rudy.

Rudy menambahkan, ada perbedaan antara Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) dengan JKN-KIS. PKSM sendiri merupakan program Pemkot Solo yang lama.

Pada program PKMS, uangnya sepenuhnya masuk ke rumah sakit. Sedangkan untuk JKN-KIS, uangnya bisa digunakan sebagai subsidi silang untuk membantu program kesehatan di daerah lainnya.

Sementara berdasarkan data masterfile BPSJ Kesehatan, jumlah peserta JKN-KIS di Kota Solo sampai dengan Juli mencapai 537.726 jiwa dari total sebanyak 562.801 jiwa. Dengan capaian tersebut, sudah ada 95,54 persen masyarakat Solo yang menjadi peserta JKN-KIS. Masih ada sebanyak 25.075 jiwa atau 4,46 persen warga yang perlu diberikan jaminan kesehatan.

"Dengan cakupan tersebut Kota Solo sudah bisa dikategorikan sebagai Cakupan Semesta," terang Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari usai peluncuran Solo Universal Health Coverage di Balai Kota Solo beberapa waktu lalu.

Dengan peluncuran program tersebut, Andayani berharap dapat menstimulasi cakupan kepesertaan semesta bagi seluruh penduduk Kota Solo. Sampai saat ini, BPJS Kesehatan Cabang Solo sudah bekerja sama dengan 395 FKTP.

Rinciannya, 109 Puskesmas, 146 dokter praktik perorangan, 100 klinik pratama serta 40 dokter gigi. Sedangkan untuk tingkat FKRTL, BPJS Kesehatan Cabang Solo sudah bermitra dengan 44 rumah sakit serta tiga klinik utama.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up