JawaPos Radar

Sempat Diragukan, Keputusan Blok Rokan ke Pertamina Dapat Apresiasi

04/08/2018, 12:10 WIB | Editor: Mochamad Nur
Sempat Diragukan, Keputusan Blok Rokan ke  Pertamina Dapat Apresiasi
Ilustrasi pengeboran minyak, Pemerintah mempercayakan pengelolan Blok Rokan kepada PT Pertamina (Persero) (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah mempercayakan pengelolaan blok migas terbesar di tanah air itu kepada Pertamina. Sebelumnya, banyak pihak yang meragukan pemerintah dan menilai bahwa perusahaan asal Amerika Serikat Chevron akan kembali melenggang di Blok Rokan, Riau.

Seorang penandatangan ‘Petisi Rakyat untuk Blok Rokan,’ M. Kholid Syerazi, memberikan apresiasi kepada Pemerintah terkait pengelolaan Blok Rokan pasca berakhirnya kontrak dengan Chevron, 2021.

Dalam putusan tersebut, Kholid yang merupakan Sekjen Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) mengaku, dirinya bahkan merasa terkejut dengan sikap Pemerintah. Apalagi, sebelumnya memang banyak kalangan menduga bahwa Pemerintah akan menyerahkan pengelolaan Blok Rokan kepada Chevron.

"Kita semua sempat su’udzon. Tetapi kalau sekarang Pemerintah mengambil sikap demikian, tentu kita berikan apresiasi,” jelas Kholid dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/7).

Kholid juga mengatakan, sikap Pemerintah memang sangat tepat. Selain sejalan dengan amanah Pasal 33 UUD 1945, juga karena Pertamina sudah sangat teruji mengelola blok-blok migas yang sebelumnya ditangani kontraktor asing.

“Mulai dari WMO, ONWJ, hingga Mahakam, Pertamina menunjukkan kinerja yang membanggakan. Kalau yang off shore saja mampu, apalagi untuk Blok Rokan yang on shore,” ujar pria yang juga Direktur Center for Energy Policy tersebut.

Blok Rokan memang memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional. Sebagai blok terbesar di tanah air, diperkirakan blok tersebut masih memiliki cadangan yang luar biasa, yaitu sekitar 500 juta hingga 1,5 miliar barel.

Hampir setengah abad, tepatnya sejak 1971, blok tersebut dikelola kontraktor asing, Chevron. Saat ini, blok seluas 6.264 km2 masih memproduksi 2016 hingga 200 ribuan barel per hari atau hampir sepertiga dari total produksi minyak nasional saat ini.

Terdapat dua lapangan minyak raksasa di Blok Rokan, yaitu Minas dan Duri. Lapangan Minas yang telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel minyak sejak mulai berproduksi pada 1970-an adalah lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara. Ketika pada puncak produksi, minyak Lapangan Minas pernah menembus angka 1 juta barel per hari.

Sementara Lapangan Duri, juga salah satu lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Lapangan ini menghasilkan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama Duri Crude.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up