JawaPos Radar

PKS Dihantam Krisis Internal, Mahfuz: Partai ini Perlu Nakhoda Tangguh

04/08/2018, 08:30 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Mahfuz Sidiq
Legislator PKS berharap pertemuan Anis Matta dan Fahri Hamzah bisa membuat PKS menjadi lebih baik. (JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kekalahan beruntun elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melawan kadernya yang juga wakil ketua DPR Fahri Hamzah, disebut-sebut membuat partai berlambang bulan sabit kembar tersebut dilanda krisis ketika harus menghadapi Pemilu 2019.

Kondisi krisis internal PKS itu diungkapkan oleh Mahfuz Sidik yang merupakan kader senior sekaligus legislator dari Fraksi PKS. Dirinya bahkan menilai partainya sedang dalam posisi terancam karena elitenya kalah menghadapi Fahri Hamzah.

Itu lantaran Fahri telah memenangkan gugatannya hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) untuk melawan keputusan Presiden PKS M Sohibul Iman yang memecatnya dari keanggotaan partai dan menariknya dari posisi wakil ketua DPR.

Selain itu, Fahri juga memolisikan Sohibul di Polda Metro Jaya dengan tuduhan telah menebar fitnah dan melakukan pencemaran nama baik. Karena itu, jika sejumlah pimpinan PKS secara hukum terbukti melakukan tindakan yang salah atau keliru, maka presiden PKS berpotensi kuat menjadi tersangka (kasus pencemaran nama baik, Red).

Anis Matta
Anis Matta diharapakan bisa menyelamatkan PKS dari krisis organisasi internal. (JawaPos.com)

"Maka ini akan menimbulkan krisis organisasi. Apalagi sebentar lagi mau pemilu,” ujar Mahfuz melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Mahfuz, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf al-Jufri pernah bertemu Anis Matta untuk meminta mengerem Fahri agar tak memerkarakan Sohibul di kepolisian. Pertemuan Salim dan mantan presiden PKS itu demi membuka jalan islah dengan Fahri. “Itu cerita sahih (valid, Red) yang saya dengar,” tutur Mahfuz.

Fahri, lanjut Mahfuz, memang sempat mencabut laporannya di kepolisian seiring terbukanya pintu islah dengan elite PKS. Namun, belakangan pintu islah justru tertutup dan Fahri memutuskan melanjutkan laporannya.

Mahfuz pun memilih memberikan support untuk menyemangati Fahri. Mantan ketua Komisi Pertahanan dan Intelijen DPR itu juga mendukung langkah Fahri bertemu Anis, Jumat (3/8), untuk mendiskusikan cara menyelamatkan PKS.

Menurut Mahfuz, dua tahun belakangan ini Anis memang kerap disasar fitnah. Namun, legislator asal dapil Indramayu dan Cirebon itu meyakini koleganya yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan itu merupakan figur paling tepat untuk menyelamatkan PKS dan sudah ada buktinya.

“Ketenangan dan kematangan sikap Pak Anis jadi modal untuk membenahi PKS. Apalagi kemampuan mengatasi krisis organisasi sudah dibuktikan saat menggantikan Pak Luthfi Hasan sebagai Presiden PKS,” ujar Mahfuz.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS itu juga menyebut pertemuan Fahri dengan Anis merupakan langkah bijak. Mahfuz meyakini Fahri dan Anis sama-sama punya niat baik untuk membesarkan PKS.

“Mudah-mudahan pertemuan Fahri-Anies akan membuka ruang harapan baru bagi masa depan PKS. Jujur harus saya katakan, situasi kader di bawah sedang terombang-ambing. Partai ini perlu nakhoda yang tangguh di saat seperti ini,” pungkas politikus yang akrab disapa Ustad itu.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up