JawaPos Radar

Haji 1439 H

Tas Jamaah Haji Dilarang Ditempatkan Kursi Bus

Laporan Langsung dari Madinah

04/08/2018, 02:15 WIB | Editor: Ilham Safutra
Haji 1439 H
Sri Ilham memantau kondisi bus yang akan mengantar CJH dari Madinah ke Mekkah. (FIRZAN SYAHRONI/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Di tengah-tengah proses pemberangkatan CJH Indonesia dari Tanah Air, Kementerian Agama (Kemenag) terus memantau kondisi pelayanan terhadap tamu Allah Swt itu di Arab Saudi. Jumat (3/8), Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis melakukan sidak.

Tujuan sidaknya ke Hotel Nebrass Al Shahba, Madinah. Ketika itu dia ingin mengetahui kesiapan transportasi dan akomodasi yang melayani jamaah haji.

Sri Ilham melihat langsung kesiapan bus yang akan mengangkut jamaah ke Makkah. Seluruh bagian bus diamati. Mulai dari bagasi, kabin, hingga kondisi toilet di dalam bus milik SAPTCO itu.

Haji 1439 H
Sri Ilham memantau kondisi bus yang akan mengantar CJH dari Madinah ke Mekkah. FIRZAN SYAHRONI/jawa pos (FIRZAN SYAHRONI/JAWA POS)

Dalam sidak tersebut, Sri Ilham mengetahui jika pemerintah Arab Saudi melarang CJH meletakkan tas di atas kursi maupun di lorong bus. "Karena itu, sebaiknya ditempatkan di bawah kursi," katanya. Khusus untuk koper besar harus diletakkan di bagasi yang berada di bagian bawah bus.

Sempat beredar kabar bahwa larangan meletakkan tas di kursi adalah bagian dari budaya yang berlaku di Arab. Sebab, kursi hanya untuk diduduki penumpang, bukan untuk barang. Namun, Sri Ilham mengaku tidak mengetahui tentang budaya tersebut.

Menurut dia, larangan tersebut semata-mata untuk keselamatan jamaah. "Ada kekhawatiran jika sopir mengerem mendadak, tas besar akan jatuh dan menciderai jamaah," katanya. Begitu juga dengan larangan meletakkan tas di lorong bus. Aturan tersebut bertujuan agar pergerakan jamaah di dalam bus tidak terganggu.

Selain meninjau bus, Sri Ilham juga memantau kondisi kamar yang dihuni jamaah. Dari hasil dialog dengan beberapa CJH, Sri Ilham merasa gembira karena kondisi hotel sesuai yang diharapkan. "Apalagi hotel ini sangat dekat dengan Masjidilharam," ujarnya.

Sri Ilham juga memantau makanan yang disajikan untuk para CJH. Menurut dia, menu yang disajikan kepada CJH sudah memenuhi unsur cita rasa Indonesia. "Makanan di sini langsung habis dikonsumsi jamaah. Bagus itu," katanya. Makanan juga bisa dipanaskan di heater yang disediakan di masing-masing kamar. 

(oni/JPC/JPK)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up