JawaPos Radar

Pelaku Jambret Penumpang Ojol Ditembak Mati

03/08/2018, 23:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Pelaku Jambret Penumpang Ojol Ditembak Mati
Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto memaparkan kasus penjambretan yang dilakukan Jepri Cs. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jepri Sitorus meregang nyawa setelah ditembak Polisi. Dia dan komplotannya adalah pelaku penjambretan penumpang ojek online di Medan. Komplotannya pun sudah ditangkap saat tengah membawa sabu-sabu. Mereka adalah, MA alias A, 37, seorang warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Kenanga, Kota Medan.

Polisi harus menembak Jepri karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan kasus itu. Ketika itu, polisi bersama Jepri mencari barang bukti hasil curiannya. "Dia melawan. Jepri menyabet tangan petugas. Anggota saya mendapat luka di tangan kirinya," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, Jumat (3/8).

Mereka diduga menjambret Helmina Romita Sipayung, 30. Warga Jalan Malaka, Gang Saudara, Kecamatan Medan Perjuangan. Penjambretan dilakukan Jepri dan komplotannya di Jalan Candi Biara, Belakang Hotel Adi Mulia, Kota Medan, Senin (23/7).

Pelaku Jambret Penumpang Ojol Ditembak Mati
Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto memaparkan kasus penjambretan yang dilakukan Jepri Cs. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Saat kejadian, Hermina sedang menumpang ojek online. Saat tengah diperjalanan, tiba-tiba saja, tasnya dirampas oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor Suzuki Satri F.

Hermina terjatuh. Wajahnya luka karena mengahntam aspal. Atas apa yang menimpanya, korban pun membuat laporan ke Polisi. Berselang tiga hari, Jepri dan MA ada diketahui berada di sekitar Plaza Uniland, Jalan MT Haryono. Polisi pun langsung melakukan penangkapan.

Saat digeledah, ditemukan plastik klip berisi sabu-sabu dari tangan MA. Dia pun diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Sementara Jepri dilepas karena tidak didapati barang bukti.

Lima hari kemudian, telepon genggam (HP) Helmina ditemukan. Hp itu ternyata dijual ke seorang perempuan dengan harga sejuta. Perempuan itu mengaku membelinya dari MA. Dari hasil penyidikan terhadap MA, dia mengaku memang menjambret korbannya. Itu dilakukan bersama Jepri.

Mendengar informasi itu, Polisi mengejar Jepri. Dia dirinhkus pada Kamis (2/8). Namun dia melawan petugas. Timah panas bersarang dibadannya. Jepri pun tewas.

Dalam aksinya, MA bertugas merampas tas korban. Sementara Jepri menjadi jokinya. Jepri dan komplotannya memang dikenal sadis. Mereka juga diduga melakukan penjambretan di kawasan Jalan MT Hartono. Korbannya seorang kakek berumur 66 tahun bernama Loei Wie Lon, warga Jalan Sei Deli.

Laki-laki beretnis Tionghoa itu terjatuh saat dijambret. Dia mendapat luka serius sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Sementara itu, Polisi masih memburu satu anggota komplotan Jepri berinisial A. Seorang lagi juga diburu karena menjadi penadah barang jambretan Jepri cs.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up