JawaPos Radar

Mau Cerai, Warga Bandung Masih Bisa Ketawa-ketiwi

04/08/2018, 04:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Mau Cerai, Warga Bandung Masih Bisa Ketawa-ketiwi
Loket pendaftaran perceraian di PTA Bandung, Jawa Barat. (Siti Fatonah/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Puluhan orang mendatangi Pengadilan Tinggi Agama Kota Bandung dengan membawa map berisi berkas persyaratan perceraian. Namun anehnya mayoritas pendaftar tidak menampilkan mimik wajah sedih melainkan sumringah.

Lalu, mendaftarkan diri ke salah meja pendaftaran dan menunggu dipanggil dan diproses dalam jangka waktu dua minggu hingga satu bulan di persidangan perceraian.

Seorang pemohon warga Bandung, mendatangi ruang pendaftaran perceraian dan didampingi seorang perempuan dewasa. Dengan berpakaian hitam-hitam, bersyal biru dan ransel besar mendaftarkan diri sebagai pemohon perceraiann. Namun saat ditanya dia enggan membeberkan alasan perceraian tersebut.

"Alasannya apa ya? Itu mah urusan pribadi lah, orang lain enggak usah tahu," kata dia sambil tertawa di ruang tunggu Pengadilan Tinggi Agama Kota Bandung, Jalan Terusan Jakarta, Bandung, Jumat (3/8).

Perempuan disampingnya hanya terdiam, dan menghindari percakapan dengan bergerak menuju halaman depan kantor Pengadilan Tinggi Agama Kota Bandung. Sebelumnya, pemohon dan pendamping terlihat sangat akrab mengobrol dan bahkan makan siang bersama.

Hal serupa terjadi pada beberapa pendaftar lainnya, yang datang didampingi kerabat maupun orang tuanya. Hanya sebagian kecil pendaftar yang terlihat muka kecut di ruang tunggu.

Seorang Ibu warga Bandung, Anih, 58 mengatakan dirinya tengah mengurus ahli waris yang ditinggalkan almarhum suaminya untuk anak bungsunya yang baru menginjak usia 15 tahun. Dirinya mengurus berkas-berkas sendiri untuk diserahkan kepada anaknya.

"Ibu mah lagi ngurus surat ahli waris dari Almarhum suami buat anak saya. Karena sekarang umurnya udah 15 tahun an," kata Anih di ruang tunggu Pengadilan Tinggi Agama Bandung.

Untuk diketahui, dokumen yang harus dipersiapkan dalam mengajukan perceraian yakni gugatan, buku nikah atau akta perkawinan, KTP elektronik, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran anak jika susah memiliki anak. Adapun hal lainnya menyangkut administrasi pembiayaan.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up