JawaPos Radar

Pemprov Sulsel Siapkan 40 Ribu Hewan Kurban untuk Disembelih

03/08/2018, 22:43 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemprov Sulsel Siapkan 40 Ribu Hewan Kurban untuk Disembelih
Kepala DPKH Sulsel, Abdul Azis (kanan) bersama Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Tautoto Tanaranggina (kiri) saat memberikan terkait kesiapan hewan kurban jelang Idul Adha di Makassar, Jumat (3/8). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menyambut Idul Adha 1439 Hijriah, yang jatuh pada Rabu (22/8) mendatang, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menyiapkan 70 ribu hewan kurban siap potong. Jumlah ini, merupakan hasil pendataan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulsel dari 1,6 juta ekor sapi dan kerbau yang ada.

Kepala DPKH Sulsel, Abdul Azis mengatakan, Dinas Peternakan kabupaten dan kota telah melakukan pendataan stok hewan kurban. Terutama sapi jantan yang memenuhi persyaratan. Hasilnya didapatkan sekira 70 ribu ekor yang dapat disiapkan untuk hewan kurban.

"Angka ini aman untuk kita. Kalau kebutuhan kita, belajar dari pengalaman tahun lalu di Sulsel, dibutuhkan sekitar 14 ribu ekor. Untuk yang dikirim ke luar daerah sekitar 26 ribu ekor," kata Abdul Azis di Makassar, Jumat (3/8).

Diperkirakan, tahun ini sekitar 40 ribu ekor akan disembelih untuk qurban. Selama ini katanya, Sulsel menjadi penyuplai hewan kurban ke daerah Kalimantan dan seluruh wilayah Indonesia Timur.

"Terutama ke Kalimantan, Sementara untuk sentra produksi, kita terutama ada di kabupaten Sinjai, Sidrap, Enrekang, Wajo, Maros dan Bone," ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya hewan yang tidak layak, DPKH Sulsel telah membuat surat edaran kepada dinas kabupaten dan kota agar dilakukan pemeriksaan ante mortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah penyembelihan.

"Ini termasuk Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk hewan yang akan disembelih atau dikirim keluar daerah, surat sudah kami kirimkan ke daerah-daerah," jelasnya.

Dalam waktu dekat, juga akan dilakukan pelatihan juru sembelih hewan kurban. Ini merupakan kerjasama dengan Dinas Peternakan, DPRD, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

"Kami tidak ingin ada hewan ternak yang bermasalah pada saat penyembelihan," pungkasnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up