JawaPos Radar

Ratusan Santri di Cirebon Deklarasikan Diri Dukung Jokowi Maju Pilpres

03/08/2018, 20:55 WIB | Editor: Budi Warsito
Ratusan Santri di Cirebon Deklarasikan Diri Dukung Jokowi Maju Pilpres
Ratusan santri di Cirebon mendukung penuh Joko Widodo maju kembali sebagai calon pilpres 2019 mendatang, Jumat (3/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sehari menjelang dibukanya pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi) terus mengalir. Di Cirebon, ratusan santri asal Buntet Pesantren Cirebon menyatakan dukungannya kepada mantan Wali Kota Solo itu. Mereka menggelar aksi dukungan di GOR Mbah Muqoyyim Pondok Buntet Pesantren, Jumat (3/8).

Ratusan santri yang tergabung dalam Forum Santri Cirebon untuk Tanah Air (Fasbir) itu menyatakan, dukungan penuh kepada Jokowi untuk kembali maju sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Deklarator Fasbir untuk Jokowi, Gus Nemi Mu’tasimbillah mengatakan, selama menjadi Presiden, Jokowi terbukti memperhatikan kaum santri. Di samping itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah membuktikan pembangunan di berbagai sektor yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat.

Ratusan Santri di Cirebon Deklarasikan Diri Dukung Jokowi Maju Pilpres
Ratusan santri di Cirebon mendukung penuh Joko Widodo maju kembali sebagai calon pilpres 2019 mendatang, Jumat (3/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

"Belum ada lagi calon yang layak menggantikan Pak Jokowi. Sementara Pak Jokowi sudah membuktikan kinerjanya untuk rakyat," katanya usai deklarasi.

Di tempat yang sama, pengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH. Wawan Arwani menilai, deklarasi yang dilakukan para santri adalah hal yang wajar. Deklarasi itu merupakan hak politik para santri menentukan pemimpin negara.

"Deklarasi oleh para santri di Buntet Pesantren ini bentuk kesadaran politik mereka. Santri sudah paham menilai realitas politik di negeri ini," katanya.

Wawan menilai, hingga penghujung masa periode Jokowi, Presiden RI ke-7 tersebut membuktikan kedekatannya dengan kaum sarungan. Dari penetapan Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober, hingga berbagai kebijakan yang melibatkan ulama. Jokowi berhasil membuktikan bahwa dirinya cinta pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Sangat wajar, kalau para santri di Cirebon ingin Jokowi dua periode," katanya.

Wawan pun menolak keras politik mengandung unsur kebencian dan SARA pasa Pilpres 2019 mendatang. Bila ada pihak yang mencoba menggunakan SARA untuk menyerang lawan politiknya, dirinya siap menghadang.

"Kami pun mengimbau kepada para santri agar jangan terjebak politik SARA. Tapi, Insha mAllah santri kami tidak melakukan itu," katanya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up