JawaPos Radar

Rugikan Negara Rp 8 Miliar, 2 Petinggi Koperasi di Makassar Ditahan

03/08/2018, 20:45 WIB | Editor: Budi Warsito
Rugikan Negara Rp 8 Miliar, 2 Petinggi Koperasi di Makassar Ditahan
Kedua tersangka petinggi KSP Makassar Maju, saat digiring ke atas mobil tahanan Kejati Sulsel, Jumat (3/8). (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka terkait kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pada unit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makassar Maju, Jumat (3/8).

Kedua tersangka ini, masing-masing adalah Elia Rahmawati yang menjabat sebagai Bendahara dan Andi Asmar selaku Ketua. Mereka juga merangkap menjadi karyawan dalam unit usaha koperasi tersebut.

Penahanan dilakukan, menyusul kasus yang menjerat keduanya dalam dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) tahun 2013.

Kepala Seksi Penyidik (Kasidik) Kejati Sulsel, Andi Faik mengungkapkan, kedua tersangka berperan dalam pengelolaan dana koperasi yang dikucurkan LPDB-KUMKM sebesar Rp 9 miliar.

Penyaluran anggaran itu, dibagi dalam dua tahap pada 2013 lalu. Tahap pertama dikucurkan sebesar Rp 4 miliar, menyusul tahap kedua ditahun yang sama sebesar Rp 5 miliar.

"Mereka menggunakan modus koperasi ini untuk mendapatkan dana bantuan dari pemerintah. Kemudian digunakan bukan untuk peruntukannya dalam proses perjalanan koperasinya," ungkap Andi Faik di sela-sela penahanan kedua tersangka di kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (3/8).

Dalam proses perjalanan koperasi ini, kucuran anggaran tersebut digunakan para tersangka hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Dari Rp 9 miliar yang dikucurkan, para tersangka dalam proses penyidikan sebelumnya, mengembalikan hanya Rp 1 miliar.

Sementara Rp 8 miliar lainnya, digunakan untuk peruntukan masing-masing. "Hitungan resminya kita sudah kalkulasi dalam proses penyidikan awal. Jadi langsung kita tahan kedua tersangka ini," jelasnya.

Kuasa hukum kedua tersangka Muhammad Taufik Afandi menambahkan, sejauh ini pihaknya tengah menyusun seluruh berkas adminstrasi guna mempersiapkan pembelaan jika kedua kliennya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor nanti.

"Sementara kita susun juga semua berkasnya, intinya kita akan buktikan nanti di Pengadilan," tegasnya.

Sementara ini, kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Makassar. Akibat perbuatan melawan hukumnya, kedua tersangka disangkakan melakukan pelanggara pasal 2, 3 9 Undang-Undang Tipikor, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up