JawaPos Radar

Spesialis Curanmor Kelas Berat Dibekuk, Beraksi di 20 TKP

03/08/2018, 19:37 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Spesialis Curanmor Kelas Berat Dibekuk, Beraksi di 20 TKP
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta (kanan) bersama salah satu tersangka pencurian motor. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polisi menangkap spesialis curanmor kelas berat. Mereka adalah Abid alias MA, 16 dan Slamet Santoso, 24, warga Wagir, Kabupaten Malang. Sepanjang 2017, keduanya beraksi sedikitnya di 20 TKP. Tidak hanya itu, mereka berdua juga telah mencuri di 12 kos-kosan.

Penangkapan kedua tersangka yang masih tetangga ini berawal ketika mereka mencuri sebuah mobil Honda Accord warna merah dengan nopol W 1863 PE di jalan Raya Gadang, Kota Malang pada Minggu (29/7).

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta menerangkan, pada saat itu mereka berdua menemukan mobil tersebut di jalan Raya Gadang. "Kondisi kaca mobil waktu itu terbuka sedikit. Melihat hal itu, pelaku pun kemudian mencongkelnya dan berhasil membawa kabur," ujarnya, Jumat (3/8).

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut Anang, setelah mencuri mobil tersebut, pelaku membawa mobil itu ke kawasan Stasiun Malang Kota Baru. Selanjutnya, mobil dibawa pulang oleh Abit.

Setelah menerima laporan kehilangan dari korban, pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan. Saat itu, mobil berada di rumah Abit, kawasan Pandanlandung, Kabupaten Malang.

Setelah melakukan pengintaian, pihaknya kemudian menyergap Abit yang saat itu berada di pinggir jalan karena aki mobil tersebut habis. Berdasarkan pengembangan dari Abit, kemudian munculah nama Gotem.

Rupanya, Abit melakukan kejahatan itu bersama tiga orang lainnya. Namun, yang menjadi eksekutor adalah dua orang yang sudah ditangkap. Sementara, yang menjadi marketing atau penjual barang curian saat ini masih DPO.

Anang mengungkapkan, para pelaku merupakan maling sapu bersih. "Apa yang terlihat digasak. Mereka sangat meresahkan warga," kata dia. Rata-rata lokasi yang dijadikan sasaran pencurian yakni di kawasan Malang Raya.

Setelah dilakukan pengembangan lagi, kedua pelaku mengaku kerap mencuri barang lain selain motor. Seperti ponsel, kompor, laptop dan lainnya. Bahkan, mereka telah mencuri motor di lebih dari 20 TKP. "Mereka juga mencuri di 12 tempat kos-kosan," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up