JawaPos Radar

Masuk Bursa Cawapres Jokowi, Din Syamsuddin: Saya Tersanjung

03/08/2018, 19:33 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Din Syamsuddin
TERSANJUNG: Din Syamsuddin usai mengisi kegiatan di UMM. Dia mengaku tersanjung disebut sebagai calon Wapres untuk Jokowi (dok. Humas UMM)
Share this image

JawaPos.com - Disebut-sebut sebagai salah satu calon yang akan mendampingi Joko Widodo di dalam Pilpres 2019, tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengaku bersyukur. 

Din mengakui, dirinya sudah mendengar bahwa namanya digaungkan menjadi salah satu calon pendamping Jokowi, oleh kelompok tertentu atau partai tertentu. 

"Pada hemat saya, saya sikapi dengan rasa syukur. Manusiawi saya tersanjung, karena dapat penghormatan dan kehormatan," ujarnya usai menghadiri Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (3/8).

Jika ditanya kesiapannya mendampingi Jokowi, Din tidak menjawab dengan gamblang. Hanya saja, laki-laki asal Sumbawa ini, mengaku punya modal yang bisa dimanfaatkan jika dirinya memang diberikan kesempatan.

Modal yang dimaksud oleh mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu adalah sederet pengalamannya aktif di organisasi. Misalnya saja ketika memimpin organisasi besar Muhammadiyah, dengan kegiatan skala nasional dan internasional. 

Organsiasi Muhammadiyah, dianalogikannya seperti sebuah negara. Pasalnya memiliki kegiatan di beragam bidang, seperti negara itu sendiri.

"Jika ditanya saya siap atau tidak, saya selalu jawab, kebetulan pernah diberi amanat memimpin organisasi besar," imbuh laki-laki berusia 60 tahun itu. 

Modal lainnya, saat ini, Din memimpin Ketua Dewan Pertimbangan MUI. Serta pernah punya pengalaman sebagai Dirjen. Belum lagi modal di partai politik. Din menegaskan, bahwa dirinya pernah menjadi wakil ketua fraksi.

Sehingga modal tersebut dirasakannya sangat bermanfaat jika memang dirinya kesempatan. “Saya nggak mau basa basi, pura-pura nggak mau. Namun saya katakan, saya tahu diri, saya bukan orang parpol lagi. Walau dulu petinggi parpol," bebernya lagi. 

Lebih lanjut, Din menegaskan bahwa yang bisa mengajukan sebagai cawapres adalah partai politik atau gabungan partai politik. Oleh karena itu, dirinya mengikuti mekanisme yang berlaku. Pencalonannya, layaknya disebutkan dalam sebuah hadist nabi, jabatan besar harus diserahkan kepada ahlinya dan jangan sampai mengemis jabatan.

"Maka dari itu saya serahkan lah ya jika yang saya miliki digunakan untuk bangsa dan negara," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up