JawaPos Radar

MK Diminta Tak Tabrak Aturan Untuk Kepentingan Jabatan Wapres

03/08/2018, 19:31 WIB | Editor: Saugi Riyandi
MK Diminta Tak Tabrak Aturan Untuk Kepentingan Jabatan Wapres
Mahkamah Konstitusi (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang memutuskan uji materi pasal 169 huruf n Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) terkait masa jabatan wakil presiden sebelum batas akhir pendaftaran pasangan capres-cawapres Pilpres 2019 pada 10 Agustus 2018.

Juru Bicara MK Fajar Laksono menuturkan, sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (UU MK), hakim konstitusi dapat memutus perkara pengujian undang-undang dalam waktu yang singkat. Meski begitu dia menegaskan batas akhir pendaftaran capres-cawapres tidak menjadi batasan bagi MK untuk memutus perkara.

Anggota Koalisi Selamatkan MK, Feri Amsari menyatakan, tradisi persidangan dan peraturan MK menghendaki agar MK fokus menyelesaikan perselisihan hasil Pilkada dan menghentikan persidangan pengujian UU. Karena itu dia mengritik pernyataan jubir MK tersebut.

"Saya merasa Jubir telah memposisikan dirinya dari hakim atau telah menjadi hakim kesepuluh dan lebih tinggi jabatannya dari Sekjen MK karena menentang apa yg telah disampaikan Sekjen," kata peneliti pada Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO ) Fakultas Hukum Universitas Andalas ini saat dihubungi, Jumat (3/8).

Dia menegaskan MK harusnya menjalankan apa yang sudah menjadi tradisi. Jangan sampai MK menjadi alat kepentingan dan menabrak atutan yang ada.

"Jangan hanya karena kepentingan JK lalu semua harus menabrak aturan," katanya.

Menurutnya, MK dan para hakimnya tak boleh diatur-atur oleh pihak manapun. Hal ini terkait permintaan JK yang meminta agar MK mengeluarkan putusan maksimal 10 Agustus mendatang.

"Enggak boleh hakim diatur oleh pihak-pihak," tegasnya.

Dia kembali mengingatkan Sekjen MK sebelumnya sudah menyampaikan bahwa persidangan Pengujian UU akan ditunda dan MK akan fokus kepada perselisihan hasil Pilkada.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up