JawaPos Radar

Pilpres 2019

Partainya Tommy Soeharto Lempar Sinyal Merapat ke Gerbong Prabowo

03/08/2018, 18:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Partainya Tommy Soeharto Lempar Sinyal Merapat ke Gerbong Prabowo
Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso melemparkan sinyal arah dukungan partai besutan Hutomo Mandala Putra, ke kubu Prabowo Subianto, Jumat (3/8). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Berkarya terus menggodok strategi politik untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Sebagai partai debutan mereka tengah merencanakan skenario terbaik untuk menentukan arah dukungan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan, di antara dua poros yang mengemuka, sinyal dukungan dianggap lebih mengarah ke kubu Prabowo Subianto.

"Pak Tommy Soeharto Ketua Umum partai Berkarya telah memberikan sinyal dengan kedatangan beliau saat datang di Ijtima Ulama dan para tokoh nasional beberapa hari lalu," ujar Priyo di DPP Partai Berkarya Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).

Mantan politikus Partai Golkar itu menerangkan, Tommy sangat menghormati keputusan Ijtima Ulama. Namun Priyo masih enggan memastikan akan bergabung dengan koalisi Prabowo, sebab semuanya masih dalam proses pembahasan.

"Beliau (Tommy) menyampaikan pandangan bahwa kami Partai Berkarya menghormati hasil Ijtima Ulama dan para tokoh nasional. Namun, demikian karena ini masih proses, dan proses ini memerlukan body language dan chemistry dari figur-figur yang diusung," sambungnya.

Lebih lanjut Priyo mengatakan, kemungkinan berkoalisi dengan kubu Prabowo terbuka lebar. Namun, konstelasi politik masih begitu dinamis, sehingga belum ada keputusan final.

"Dari Ijtima Ulama ini sudah tentu mungkin jalinan untuk kami bersama-sama, bekerja sama akan besar. Tapi kalau sebaliknya yang terjadi, Wallahhu'alam, ini namanya politik," tegasnya.

Sementara itu, Partai Berkarya menargetkan sebelum tanggal 8 Agustus arah dukungan sudah dapat diputuskan. Sebab masa itu telah memasuki fase akhir waktu pendaftaran capres dan cawapres yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Besok mulai tanggal 4, 5, 6, 7, 8 itulah hari-hari yang menentukan kami harus memilih. Karena hitungan normal kami saya yakini itu hanya ada dua poros," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up