JawaPos Radar

Perempuan Korsel Waspadai Kamera Tersembunyi di Toilet

04/08/2018, 06:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
perempuan korsel waspadai kamera tersembunyi di toilet
Kamera tersembunyi, menangkap para perempuan atau kadang pria yang sedang membuka baju atau celana mereka di toilet umum (Deccan Chronicle)
Share this image

JawaPos.com - Banyak perempuan di Seoul, Korea Selatan yang harus memeriksa lubang atau mencari kamera tersembunyi sebelum ke toilet umum. Kasus seperti ini sering terjadi di Korsel dan membuat para perempuan harus terus melakukan antisipasi.

Kamera tersembunyi, menangkap para perempuan atau kadang pria yang sedang membuka baju atau celana mereka di toilet umum. Bukan hanya itu, kadang ini juga terjadi di ruang ganti toko pakaian, gedung olahraga, atau ruang ganti kolam renang.

Mirisnya, video tersebut bukan hanya untuk pribadi, namun video-video tersebut disebar di akun-akun porno, atau bahkan pada iklan pop up. Para aktivis di Seoul memperingatkan untuk mencegah hal tersebut. Jenis kejahatan ini kemungkinan akan menyebar ke negara lain dan akan sulit dihentikan.

Lebih dari 6.000 kasus yang disebut spy cam porn dilaporkan ke polisi setiap tahun. Sebanyak 80 persen korbannya adalah perempuan.

Dikhawatirkan ratusan lainnya tidak menceritakan kisah mereka karena malu. Beberapa difilmkan oleh laki-laki yang para perempuan pikir mereka adalah teman-teman mereka.

Wartawan BBC berbicara kepada seorang perempuan bernama Kim. Dia difilmkan di bawah meja di sebuah restoran.

Laki-laki itu menaruh kamera kecil di atas roknya. Dia melihat laki-laki itu dan mengambil teleponnya yang tersambung dengan kamera tersebut, dan di ponselnya ada laki-laki lain yang sama-sama menyaksikan.

"Ketika saya pertama kali melihatnya, saya sangat terkejut. Pikiran saya menjadi kosong dan saya mulai menangis," kata Kim. Dia pergi ke polisi tetapi melaporkan insiden itu membuatnya merasa lebih rentan.

"Saya terus berpikir, apa yang akan dipikirkan orang lain ketika saya melapor? Akankah petugas polisi berpikir bahwa pakaian saya terlalu terbuka? Bahwa aku terlihat murahan?," katanya.

Di kantor polisi, ujar Kim, ia merasa kesepian. "Saya merasa semua pria menatap saya seolah-olah saya adalah sepotong daging atau objek seksual. Saya merasa ketakutan," tambahnya. Mirisnya, Pria itu tidak pernah dihukum.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up