JawaPos Radar

Kekeringan di Jateng, Hujan Buatan Belum Jadi Fokus

03/08/2018, 17:14 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Kekeringan di Jateng, Hujan Buatan Belum Jadi Fokus
Ilustrasi (Ivan/Lombok Pos)
Share this

JawaPos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah belum memikirkan untuk melaksanakan program hujan buatan untuk mengantisipasi bencana kekeringan. Biaya besar menjadi salah satu faktornya.

"Kami belum melangkah ke sana (hujan buatan) karena biayanya terlalu tinggi. Saya harus koordinasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," ujar Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana di kantornya, Jumat (3/8).

Kondisi kekeringan di Jawa Tengah sudah tergolong ekstrem. Sampai Jumat (3/8), terhitung 112 kecamatan dan 276 desa di 21 Kabupaten/Kota yang terdampak.

Sukses tidaknya hujan buatan, menurut Sarwa, sangat dipengaruhi kondisi arah angin. Hal ini sangat krusial saat air turunan hujan buatan hendak diarahkan ke embung-embung atau lokasi penampungan air lain.

"Di atas ada potensi untuk mendung atau tidak. Kalau tidak ada ya tidak bisa. Jadi faktor-faktor ini masih harus diperhatikan," kata Sarwa lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPBD Jateng dalam upayanya menanggulangi bencana kekeringan di ratusan kecamatan ini, telah mengirimkan sebanyak delapan juta liter lebih air bersih. Dan terdistribusi melalui total 1.770 tanki.

Selain itu, sedang diupayakan pula program pembuatan sumur dan pipanisasi guna mengantisipasi bencana kekeringan di tahun-tahun berikutnya.

Daerah-daerah terdampak di Jawa Tengah sendiri sebagaimana diketahui, antara lain dari yang paling parah yakni Kabupaten Grobogan, disusul Kebumen, Purworejo, Sragen, Cilacap, dan belasan lokasi lainnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up