JawaPos Radar

Mantan Napiter Buka Warung Soto Gratis Setiap Jumat

03/08/2018, 16:47 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Mantan Napiter Buka Warung Soto Gratis Setiap Jumat
SOTO GRATIS: Jack Harun sedang meracik soto yang akan disajikan kepada pelanggannya. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ada yang berbeda dengan warung soto Bang Jack, Jumat (3/8). Warung yang berlokasi di Jalan Sanggrahan, Manang, Baki, Sukoharjo ini memberikan hidangan secara gratis. Tidak hanya nasi sotonya, lauk dan juga minumannya gratis.

Pengunjung dapat menikmati makanan sepuasnya. Tetapi banyak pengunjung yang justru belum mengetahui program baru dari soto Bang Jack tersebut. Sehingga, banyak pembeli yang awalnya ingin membayar hidangan yang sudah dimakannya.

Adalah Joko Tri Harmanto yang berada di balik program warung soto gratis tersebut. Joko atau yang dikenal Jack Harun ini memang sengaja menyediakan makanan dan minuman gratis kepada pembeli di hari Jumat.

"Mulai Jumat ini (makanan dan minuman) gratis, dan semoga bisa setiap pekan atau minimal sebulan sekali," terang Jack Harun, Jumat (3/8).

Jack Harun sudah memulai membuka warung soto setahun terakhir ini. Sebelumnya, dirinya hanya menjadi pegawai di salah satu rumah makan. Kemudian, dirinya memutuskan untuk membuka warung makan sendiri. Keinginannya tersebut mengalami perkembangan yang cukup bagus. Terbukti, saat ini dirinya sudah mempekerjakan dua orang pegawai di warungnya.

Meski sudah setahun berjalan, Jack masih terus berusaha untuk bida mendapatkan rasa yang konsisten. Untuk itu, dirinya pun tidak segan untuk meminta masukan dari para pembeli. "Saya sering meminta masukan kepada pembeli mengenai rasa soto yang saya buat, belum bisa konsisten rasanya," terangnya.

Sebelum membuka warung makan ternyata Jack Harun pernah mengalami masa kelam. Dirinya adalah mantan narapidana teroris (Napiter). Jack terlibat dalam bom Bali I pada 2004 silam. Dia kemudian ditangkap dan diadili.

Oleh pengadilan, Jack divonis enam tahun penjara. Tetapi dirinya hanya menjalani hukuman selama 4,5 tahun saja. Setelah keluar dari penjara, Jack memutuskan untuk tidak lagi terlibat dengan aksi terorisme.

Setelah menjalani hukuman, Jack mengaku dirinya banyak berubah. Terutama dalam hal bersosialisasi dengan masyarakat. Tetapi, dalam prosesnya Jack mengaku masih harus beradaptasi.

"Sekarang sudah mulai berbaur dengan masyarakat, ikut kegiatan, kerja bakti. Anak-anak saya juga saya minta untuk ikut lomba 17-an," katanya.

Meski sudah memutuskan berhenti dalam urusan terorisme, Jack tidak menampik jika masih banyak yang mengajaknya untuk kembali dalam aksi-aksi terorisme. Pun begitu, dirinya memilih untuk fokus mengurus ekonomi dan keluarga.

"Saya ingin fokus mengurus keluarga dan ekonomi. Ke depan saya juga ingin membuat yayasan di bidang ekonomi dan sosial. Yayasan ini akan menampung para napiter, yang nantinya akan diberikan pelatihan," ucapnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up