JawaPos Radar

KPK Telisik 6 Proyek Lain yang Digarap PT DGI

03/08/2018, 16:17 WIB | Editor: Kuswandi
Febri Diansyah
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat diwawancarai awak media (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi yang dilakukan PT Duta Graha Indah yang kini berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjineering. Korporasi ini memang telah berstatus tersangka. Namun, dalam proses pengembangan penyidikan, lembaga antirasuah ini akan menelisik 6 proyek lainnya yang dikerjakan oleh DGI.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidikan terhadap DGI terus berjalan dengan berfokus pada upaya memaksimalkan pengembalian kerugian keuangan negara.

"Kami harap pihak DGI dapat kooperatif dengan proses hukum ini. Jika ada niatan untuk mengembalikan keuntungan yang didapatkan," tuturnya pada awak media, Jumat (3/8).

Adapun, keenam proyek yang sedang disidik tersebut yakni, proyek pembangunan Gedung RS Pendidikan di Universitas Mataram. Kemudian, pembangunan Gedung BP2IP di Surabaya.

Ada juga, proyek pembangunan gedung RSUD di Kabupaten Dharmasraya/ Sungai Dareh, Pembangunan Gedung Cardiac di RS Adam Malik Medan, Sumatera Utara.

Tak hanya itu, ada juga proyek pembangunan paviliun di RS Adam Malik Medan. Terakhir, proyek pembangunan Gedung RS inspeksi tropis di Surabaya.

Untuk itu, mantan aktivis ICW ini meminta DGI bisa membuka kasus ini secara terang benderangenam proyek tersebut, juga termasuk proyek pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana yang juga melilit Dudung Purwadi, Dirut PT DGI.

"Terkait dengan 7 proyek yang pernah dikerjakan tersebut, maka hal tersebut akan lebih baik bagi tersangka ataupun proses hukum ini," tukasnya.

Sebelumnya, PT DGI atau NKE ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009-2010.

Penetapan PT DGI sebagai tersangka merupakan pengembangan penyidikan perkara yang sama dengan tersangka Dudung Purwadi, Direktur Utama PT DGI dan Made Meregawa, pejabat pembuat komitmen.

PT DGI melalui Dudung diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi terkait pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up