JawaPos Radar

Jalur Khusus di Bandara Soetta Layani Kontingen Asian Games 2018

Pemberlakuan Ganjil Genap dari 06.00-21.00

03/08/2018, 16:11 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jalur Khusus di Bandara Soetta Layani Kontingen Asian Games 2018
Arus penumpang di terminal keberangkatan Bandara Soetta. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Perhelatan Asian Games 2018 tinggal dua pekan lagi. Di Jakarta, otoritas Bandara Soekarno-Hatta sudah menyiapkan dua jalur khusus di terminal kedatangan untuk menyambut delegasi negara peserta.

Total 750 personel yang terbagi dalam dua sif ditugaskan melayani para anggota delegasi yang jumlah keseluruhannya mencapai 17 ribu orang. "Misi kami hari ini (kemarin, Red) ingin memastikan pelayanan sudah prima," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly setelah memimpin apel kesiapan 970 personel dari 9 lembaga di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (2/8).

Selesai apel kesiapan, Yasonna bersama Ketua Inasgoc (panitia penyelenggara Asian Games 2018) Erick Thohir melanjutkan inspeksi ke dalam bandara. Dimulai dari area keberangkatan, lalu kedatangan, dan berlanjut di stan akreditasi Inasgoc.

Jalur Khusus di Bandara Soetta Layani Kontingen Asian Games 2018
Pengguna jalan saat menyebrang mengunakan pelican crossing di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (30/7). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Secara umum, pekan depan kontingen dijadwalkan tiba di Jakarta dan Palembang. Tetapi, mulai hari ini sudah ada perwakilan yang tiba.

Meski jalur khusus telah disiapkan, kata Yasonna, tidak berarti anggota delegasi tak bisa memakai jalur lain. "Saat kondisinya sedang tidak antre," kata Yasonna.

Adapun Erick lebih menitikberatkan perhatian pada saat kepulangan. Sebab, belasan ribu anggota delegasi bakal bergerak secara serentak pada 3 September.

"Kami dari Inasgoc akan bikin surat edaran untuk NOC (National Olympic Committee) masing-masing negara. Agar saat pulang bisa bergerak ke bandara lima jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat," paparnya.

Apalagi, jumlah total atlet dan ofisial yang mencapai 17 ribu orang, itu melebihi target Inasgoc. "Kami targetnya 15 ribu orang saja. Ini tentu ada kesulitan tersendiri bagi kami," ujar Erick.

Sementara itu, proses pengawalan atlet, kata Erick, berjalan dari bandara hingga wisma atlet. Demikian juga dari wisma atlet ke venue masing-masing cabang olahraga. Inasgoc menyebut ada total 100 ribu personel TNI-Polri yang akan terlibat sepanjang pelaksanaan Asian Games 2018.

Sementara itu, kemarin sore Presiden Joko Widodo menjajal jalur pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman dan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, yang baru selesai dikerjakan. Bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Jokowi menyusuri jalur pedestrian yang disiapkan untuk mempercantik tampilan Jakarta menjelang Asian Games.

Ketiganya berjalan mulai depan Hotel Le Meridien sejauh 500 meter, melewati Hotel Grand Sahid Jaya. Kemudian, Jokowi mengajak Anies dan Basuki masuk ke mobil dinasnya. Basuki di samping pengemudi, sedangkan Anies dan Jokowi di belakang. Mereka bergeser ke Bundaran Hotel Indonesia.

Dari situ, ketiganya kembali berjalan sejauh 200 meter menyusuri jalur pedestrian menuju pelican crossing di depan Hotel Grand Hyatt. Pelican crossing itu menggantikan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang lokasinya hanya berjarak sepelemparan batu.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula ibunda Anies, Aliyah Rasyid. Dia menyeberangi pelican crossing dari depan Wisma Nusantara dengan menggunakan kursi roda dan menemui Jokowi di batas antara kedua jalur.

Jokowi mengapresiasi ide penggunaan pelican crossing itu. "Sebetulnya fasilitas-fasilitas pelican crossing ini akan memudahkan masyarakat supaya tidak usah naik tinggi-tinggi," terangnya setelah menyusuri jalur pedestrian.

Lagi pula, menurut dia, dipandang dari sisi estetika, sebetulnya keberadaan JPO tersebut mengganggu. "Kalau nggak ada (JPO), wah, lebih cantik, lebih indah Bundaran HI ini bisa kita lihat," lanjut mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi memandang semua pekerjaan fisik utama untuk menyambut Asian Games dapat dikatakan telah rampung 100 persen. Sebagian besar tambahan pekerjaan untuk penataan kawasan juga relatif selesai dengan baik. "Kalau ada yang belum selesai, memang ini pekerjaan besar, akan dilanjutkan setelah Asian Games," ucap Jokowi.

Dia menambahkan, target prestasi tidak berubah. Para atlet diharapkan mampu membawa Indonesia berada di peringkat 10 besar Asia. Rencananya, mulai hari ini presiden mengecek satu per satu persiapan akhir para atlet menjelang pembukaan Asian Games 18 Agustus mendatang.

Sementara itu, Anies menjelaskan bahwa uji coba penambahan waktu pemberlakuan sistem ganjil genap berdampak positif. Yang tadinya hanya pukul 06.00-09.00 dan 16.00-19.00 menjadi pukul 06.00-21.00. "Kenaikan kecepatan meningkat sampai 75 persen, waktu tempuhnya turun 55 persen," terangnya. Karena itu, per 1 Agustus lalu, sistem tilang sudah mulai diberlakukan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ikut mempromosikan gelaran Asian Games 2018 yang dibuka 15 hari lagi. Retno, antara lain, mempromosikan Asian Games 2018 dalam pertemuan pleno Menlu ASEAN di Singapura, Kamis (2/8).

Dalam pertemuan tersebut, Retno mengajak para Menlu negara-negara ASEAN untuk menjadikan perhelatan terbesar se-Asia itu sebagai momentum memupuk persahabatan. "Persahabatan antara masyarakat dan bangsa-bangsa Asia," katanya. 

(nap/byu/wan/c10/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up