JawaPos Radar

Ada Indikasi Pelanggaran HAM Jika TNI Dilibatkan Menangani Terorisme

03/08/2018, 16:05 WIB | Editor: Kuswandi
Diskusi Penanganan Terorisme
Diskusi 'Menyikapi Perpres Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme' di Puri Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/8). (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pelibatan TNI dalam penanganan terorisme dinilai akan menimbulkan masalah baru. Sebab Indonesia mempunyai masalah kelam ketika TNI ikut diandilkan dalam konflik yang ada di masyarakat.

"Sejarah masa lalu yang buruk terkait kejahatan kemanusiaan atau pelanggaran HAM yang kategorinya sangat serius melibatkan aktornya TNI atau sebelum 1998 dikenal ABRI," kata peneliti Kontras, Feri Kusuma dalam diskusi 'Menyikapi Perpres Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme' di Puri Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).

Feri menjelaskan, pelanggaran HAM seperti yang dilakukan oleh aparat bukan hanya terjadi pada era Orde Baru, melainkan juga pasca reformasi. Terlebih hingga saat ini pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI pada masa lalu belum ada yang bertanggung jawab.

"Revisi UU militer itu berjalan, kemudian ketika terjadi pelanggaran oleh aparat TNI itu ranahnya ke peradilan militer bukan ke peradilan umum, sehingga sulit untuk mengetahuinya," papar Feri.

Apabila TNI dilibatkan dalam penanganan terorisme, maka akan memperparah penanganan terorisme. Sehingga Feri menilai, Densus 88 dalam menangani terorisme masih terdapat pelanggaran HAM.

"Itu akan menimbulkan permasalahan baru memperparah yang selama ini terjadi. Selama ini saja banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Tim Densus 88," tutur Feri.

Lebih lanjut, Feri menyebut pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Densus 88 yakni dengan sengaja menembak seorang yang baru dianggap sebagai terduga teroris.

"Kami beberapa kali melakukan investigasi kepada seorang yang baru sebagai terduga teroris, tapi di eksekusi mati, di tembak di sisi yang mematikan," jelas Feri.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up