JawaPos Radar

4,7 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

03/08/2018, 15:47 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Rokok Ilegal
PEMUSNAHAN: Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi beserta jajaran saat memusnahkan rokok ilegal, Jumat (3/8). (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur (Jatim) II memusnahkan rokok ilegal sebanyak 4,7 juta batang. Kegiatan ini mampu mencegah potensi kerugian negara sebesar Rp 2,2 miliar.

Barang-barang yang dimusnahkan berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai Jatim II, Kantor Bea Cukai Malang, Probolinggo, dan Jember. Barang tersebut berasal dari penindakan sepanjang 2017-2018.

Selain rokok ilegal, petugas juga memusnahkan barang kena cukai lainnya. Yakni, 93.191 keping pita cukai, 4.785.508 batang rokok yang dijual dan dikirimkan tanpa dilekati pita cukai, 387 liter minuman beralkohol yang dijual tanpa izin, serta 4.203.000 gram tembakau iris yang diangkut tanpa pemberitahuan atau tidak mempunyai dokumen.

"Rata-rata konversi 1 gram tembakau iris menghasilkan 1 batang rokok," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi saat konferensi pers di halaman Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jatim II, Jumat (3/8).

Heru menjelaskan, produksi rokok berpita cukai palsu atau rokok ilegal dapat berpengaruh pada menurunnya penerimaan negara. Khususnya di bidang cukai dan besaran alokasi dana bagi hasil (DBH) cukai yang dibagikan kepada provinsi penghasil cukai tembakau.

DBH digunakan untuk mendanai program peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, dan sosialisasi ketentuan di bidang cukai. Sekaligus digunakan untuk mendanai pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah peredaran rokok ilegal dapat berpotensi meningkatkan jumlah perokok pemula. Karena murahnya harga rokok di pasaran.

"Sedangkan potensi dampak sosial ekonomi dari beredarnya rokok ilegal adalah adanya persaingan usaha yang tidak sehat. sehingga merugikan pengusaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan di bidang cukai," terangnya.

Untuk itu, Bea Cukai semakin gencar meredam peredaran rokok ilegal di masyarakat. Sebagai informasi, tingkat peredaran rokok ilegal secara signifikan turun dari 12,14 persen pada 2016 menjadi 7,04 persen di 2018.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up