JawaPos Radar

Pohon Randu Besar Timpa Mobil dan Motor, Satu Korban Tewas

03/08/2018, 15:21 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pohon Randu Besar Timpa Mobil dan Motor, Satu Korban Tewas
Kondisi mobil yang tertimpa pohon tumbang. Korban Sutono dibawa ke ambulans menuju RSUD Gunung Jati, Jumat (3/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ambruknya pohon randu yang menimpa mobil dan dua pemotor di Jalan Pemuda Kota Cirebon, menelan korban jiwa. Peristiwa yang terjadi pukul 14.30 WIB itu membuat Rawika, 47, dibawa ke RSUD Gunung Jati, Jumat (3/8).

Namun, nayawanya tidak tertolong. Pemotor asal Desa Banjaran Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka itu meninggal dunia setelah sempat kritis. Korban mengalami patah tulang tertimpa pohon besar saat berhenti di perempatan lampu merah Jalan Pemuda.

Buruh tani asal Majalengka tersebut sempat sadar saat dievakuasi warga di sekitar lokasi. Rawika tertindih pohon setinggi 15 meter yang menghantam punggungnya. Akibatnya, dia mengalami luka patah tulang punggung.

Pohon Randu Besar Timpa Mobil dan Motor, Satu Korban Tewas
Gufron bersama istri dan anaknya mengaku trauma usai selamat dari hantaman pohon tumbang di Jalan Pemuda, Jumat (3/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

"Saat dievakuasi sempat sadarkan diri. Tapi merintih kesakitan. Nggak bisa ngomong. Langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Misara, 46, saksi mata, Jumat (3/8).

Misara mengatakan, pohon tumbang itu disebabkan karena diterjang angin kencang yang melanda Kota Cirebon sejak beberapa hari terakhir. Pedagang warung dekat pohon tumbang itu mengatakan, korban merintih kesakitan dan tak berdaya saat ditolong oleh warga dan pengendara lain.

"Korban udah nggak bisa ngomong, tapi sadar. Nggak lama, ada ambulans datang dibawa ke rumah sakit," tutur Misara.

Korban lainnya menimpa sopir Grab, Sutono, 41. Beruntung, Sutono bisa terselamatkan. Pohon tumbang itu terhalau atap mobil Honda Mobilio hitam miliknya. Saat dievakuasi, Sartono tampak lemas dan syok.

Warga asal Dusun Manis, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan tersebut mendapat perawatan intensif di RSUD Gunung Jati. Hal serupa dialami keluarga penumpang Grab yang dikendarai

Sutono. Gufron, 37, mengaku terkejut dan tidak menyangka jika perjalanannya dari Klinik Dharma Husada, Kesambi menuju kampus UNTAG Jalan Perjuangan Kota Cirebon itu mengancam keselamatan nyawanya.

Dia bersama istri Istiqamah, 27, dan anaknya Syaefurrohman, bersyukur tidak mengalami luka serius. Meski mobil yang ia tumpangi ringsek tak berbentuk. Meskipun demikian, dirinya merasa trauma dan ingin cepat ke kampung halamannya, di Bangkalan, Madura.

"Saya dari klinik mau ke UNTAG, mau nemuin saudara. Nggak mau ngomong lagi, istri sama anak saya ketakutan," katanya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up