JawaPos Radar

Sepasang Kekasih Kompak Jadi Kurir Sabu

03/08/2018, 15:17 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kurir Sabu
AL dan ED saat dikeler ke kamar hotel tempat mereka menginap, selepas tertangkap tangan mengirim paket sabu-sabu kepada IS. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim) kembali membongkar peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas. Tiga orang diringkus. Dua di antaranya merupakan sepasang kekasih yang berperan sebagai kurir sabu-sabu.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com, ketiga tersangka masing-masing berinisial AL, 34, warga Bengkong Baru, Batam; ED, 25, warga Perum Bumi Jati Elok, Pagedangan, Purworejo; IS, 47, warga Dupak Bangunrejo I, Surabaya. AL dan ED adalah pasangan kekasih.

Penangkapan tiga tersangka berawal dari pengembangan kasus yang pernah ditangani BNNP Jatim. 20 Juli lalu, lembaga anti-madat menangkap pengedar sabu-sabu bernama James. Saat itu, sebanyak 244,9 gram sabu-sabu diamankan dari tangan James.

Setelah melakun penyidikan, James berkoneksi dengan IS. Keduanya dikendalikan seorang napi bernama Kuryadi yang sekarang mendekam di Lapas Porong.

Kamis (2/8) kemarin, anggota Bidang Pemberantasan BNNP Jatim mendapat informasi bahwa IS akan menerima paket sabu-sabu dari dua orang kurir. Tak lain adalah AL dan ED.

Petugas terus memantau IS sampai bertemu dengan AL dan ED. Ketika dua kurir menyerahkan paket sabu-sabu kepada IS, petugas langsung menyergapnya. Sabu-sabu seberat 800 gram berhasil diamankan.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra menjelaskan, sepasang kekasih yang direkrut jadi kurir itu ternyata juga dikendalikan dari lapas. "Pengirimnya dikendalikan dari lapas di Kepulaan Riau. Sedangkan penerimanya dikendalikan dari Lapas Porong," beber Wisnu, Jumat (3/8).

Wisnu lantas memaparkan alur pengiriman barang terlarang tersebut. Sabu-sabu yang dibawa kurir diimpor dari Malaysia. Lalu, sabu-sabu dibawa ke Kepulauan Riau lewat laut. Setelah diterima AL dan ED, mereka langsung membawanya. "Dari Kepri dikirim ke Surabaya melalui jalur darat," papar Wisnu.

Informasi yang didapat sumber JawaPos.com, perekrut AL dan ED adalah seorang napi tindak pidana narkotika yang mendekam di Lapas kelas II A Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sabu-sabu tersebut hendak diedarkan di sekitaran Jatim.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up