JawaPos Radar

15 Jaksa Susun Dakwaan Kasus Abu Tours

03/08/2018, 15:05 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Abu Tours
CEO Abu Tours Hamzah Mamba saat dilimpahkan ke Kejari Makassar, Jumat (20/7). (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar membentuk tim jelang persidangan kasus penipuan umrah dengan tersangka CEO Abu Tours Hamzah Mamba. 15 Jaksa dilibatkan untuk menyusun rencana dakwaan (rendak) sebelum kasus dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

"Tim jaksa sudah dibentuk. Jadi sementara menyusun surat dakwaan dalam waktu dekat ini. Setelah rampung akan dilimpahkan," ujar Kepala Kejari Makassar Dicky Rahmat Rahardjo di Makassar, Jumat (3/8).

Pelibatan belasan jaksa dirasa penting. Mengingat substansi perkara dalam kasus ini, jumlah korban dan kerugiannya cukup fantastis. Untuk itu, tim akan melakukan penelitian mendalam dalam penyusunan rendak. "Intinya kalau sudah rampung, segera mungkin tim langsung melimpahkan ke pengadilan," tegas Dicky.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan proses perampungan dan validasi berkas perkara tersangka Hamzah Mamba. Hal itu dilakukan sebagai rangkaian atau proses hukum lanjutan. Sebelum berkas perkara dari tersangka dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk disidangkan.

"Sejauh ini, kami sementara tahap persiapan untuk pelimpahan berkas perkara ke pengadilan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)," terang Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel Salahuddin, Selasa (24/7) lalu.

Proses persiapan juga meliputi validasi alat bukti yang sebelummya disita tim penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel. Untuk kemudian dipersiapkan dalam pembacaan dakwaan dan tuntutan dalam persidangan. "JPU akan melakukan pelimpahan berkas perkara ke PN Makassar setelah seluruh syarat adiministratif dalam perkara dinyatakan rampung," ujarnya.

Terkait dengan tenggang waktu dalam proses perampungan, diperkirakan paling lambat hingga 30 hari. Lalu, berkas bakal dilimpahakan JPU ke pengadilan untuk menjalani proses persidangan perdana.

Sejauh ini, tim penyidik telah menyita aset milik Hamzah Mamba senilai 200 miliar. Aset itu terdiri dari bangunan, tanah, kendaraan hingga uang. Sitaan aset dianggap belum setara dengan kerugian yang menimpa 86 ribu jamaah yang tersebar di Indonesia. Yakni, ditaksir mencapai Rp 1,4 triliun.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up