JawaPos Radar

Didatangi Orang Tak Dikenal, Seorang Pemuda Alami 12 Luka Tusuk

03/08/2018, 14:07 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Penganiayaan
ILUSTRASI (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Jolehan yang masih berusia 14 tahun, mengalami luka tusuk sebanyak 12 liang di tubuhnya. Luka itu diterimanya setelah didatangi orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (2/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut informasi yang dirangkum JawaPos.com dari kepolisian, malam itu korban sedang duduk bersama dengan temannya Anda, 15. Mereka nongkrong sambil bermain gitar. Lokasinya di sebuah kedai di Jalan Garuda Sakti Km 3, Kelurahan Bina Widya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Tak lama kemudian, pelaku datang membeli rokok. Setelah itu, pelaku duduk di dekat korban dan temannya. Kedua pemuda ini sama sekali tak menaruh curiga terhadap pelaku.

Pelaku hanya tampak menyaksikan kedua pemuda ini. Setelah letih bermain gitar, korban pun pergi ke parkiran depan SMA Az-Zura. Sekolah yang berdekatan dengan tempat nongkrong korban.

Tanpa disadari, ternyata pelaku mengikuti korban dari belakang. Saat korban lengah, pelaku langsung menusuk bagian punggung dan bahu korban dengan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka sebanyak 12 liang.

Setelah melampiaskan kemarahannya, pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motornya. Sedangkan korban, dibawa ke klinik terdekat oleh temannya Anda. Akan tetapi karena lukanya cukup parah, korban dirujuk ke RS Prima di Jalan Nangka Ujung, Kecamatan Tampan.

Kasubbag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Andhia mengatakan, hingga saat ini keluarga korban belum membuat laporan ke pihak kepolisian.

"Meski belum buat laporan tapi kita sudah memeriksa saksi. Karena dia merupakan korban penganiayaan. Korban telah divisum," kata Ipda Budhia, pada Jumat (3/8).

Selain itu kata dia, polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa sehelai baju korban yang ada bercak darah. "Korban tidak kenal dengan pelaku. Tapi jika pelaku diketahui dan ditangkap, ia akan dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan," tutupnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up