JawaPos Radar

Empat Rektor dan Ulama Sumbar Jadi Tim Sukses Jokowi 2019

03/08/2018, 09:25 WIB | Editor: Ilham Safutra
Empat Rektor dan Ulama Sumbar Jadi Tim Sukses Jokowi 2019
Pengukuhan Pengurus dan Penasehat Forum Komunikasi Relawan pemenangan Jokowi (FKRJ) Sumatera Barat 2019 oleh Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto di Kota Padang, Kamis (2/8). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Menjelang hari pendaftaran pasangan calon preside-calon wakil presiden (capres-cawapres) relawan yang menjadi tim sukses Jokowi semakin tumbuh di sejumlah daerah. Di Sumatera Barat terdapat Forum Komunikasi Relawan pemenangan Jokowi (FKRJ). Menariknya di komposisi dewan penasihat terdapat empat rektor dan beberapa nama ulama.

Mereka dikukuhkan Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo) Sidarto Danusubroto di Kota Padang, Kamis (2/8). Keempat rektor tersebut yakni, Tafdil Husni (Rektor Universitas Andalas), Ganefri, (Rektor Universitas Negeri Padang), Eka Putra Wirman (Rektor UIN IB Padang), dan Musliar Kasim (Rektor Universitas Baiturrahmah). Musliar merupakan mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nama-nama mereka tertera di lampiran SK kepengurusan (FKRJ).

Selain para rektor terdapat juga sederet nama ulama. Di antaranya Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim Elha; Buya Masoed Abidin; Gusrizal Gazahar; dan Ketua MUI Kota Padang, Duski Samad.

Dari nama tokoh ulama itu, baru Ketua MUI Sumbar yang membantah SK tersebut dan menegaskan namanya dicatut tim FKRJ Sumbar 2019.

Ketua FKRJ Sumbar 2019 Mayjen (Purn) Hartind Asrin mengatakan, sebelum memutuskan nama-nama tersebut, pihaknya terlebih dahulu sudah melakukan pertemuan pada 25 Juli 2018.

"Hampir semua yang datang waktu itu mendukung. Ada juga yang kami hubungi dengan telepon seluler dan mereka mendukung," kata Hartind saat diwawancarai awak media usai pengukuhan FKRJ Sumbar 2019 di Padang.

Meski begitu, kata Hartind Asrin, prinsip bergabung dalam FKRJ adalah bebas. Dengan kata lain, kalau tidak setuju dan berkenan, tidak masalah. "Kalau tidak mau, ya ndak apa. Nanti kita bicarakan lagi. Tidak ada paksaan," terangnya.

Hartind juga menerangkan soal empat nama Rektor yang masuk dalam Dewan Penasehat FKRJ Sumbar 2019. "Rektor itu sebagai pribadi dan dia (para rektor) tidak punya target. Kita berbuat yang terbaik dan serahkan kepada tokoh-tokoh. Hampir 80 persen tokoh yang datang," klaim Hartind.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up