JawaPos Radar

Yohana Curhat Soal Penggunaan Gawai Berlebihan Pada Anak

03/08/2018, 01:50 WIB | Editor: Budi Warsito
Yohana Curhat Soal Penggunaan Gawai Berlebihan Pada Anak
Yohana Yembise, usai berikan materi kuliah tamu di UMM. Dia juga membahas mengenai fenomena gawai pada anak.   (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menjelaskan, kementerian yang dia pimpin tengah konsentrasi untuk selesaikan masalah pernikahan dini dan penggunaan gawai pada anak. 

Ia mengatakan, kementrian PPPA merupakan yang paling banyak hadapi kasus. "Terutama pernikahan dini dan gawai (gadget) pada anak," katanya, saat memberikan kuliah tamu di Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (2/8). 

Dia menjelaskan, saat ini yang menjadi masalah adalah penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia SD. Akibatnya, mereka rentan menjadi korban kejahatan di internet. Misalnya saja cyber bullying. 

Lebih mengerikannya lagi, tidak sedikit anak usia SD yang sudah mempraktikkan tindakan asusila hanya dari pengetahuan yang didapatkan di internet, tanpa disaring dan didampingi. Akibatnya lagi, banyak anak yang berurusan dengan hukum. "Hubungan seks anak kecil-kecil itu," katanya dengan nada prihatin. 

Padahal, lanjut dia, gadget pada anak menimbulkan banyak akibat negatif. Dia mencontohkan, anak rentan menjadi korban dan pelaku dari cyber bullying.  Selain itu, kerap kali menggunakan gawai, membuat daya nalar anak menjadi rendah. Ini dikarenakan, mereka sudah tidak lagi berpikir kritis dan analitis. 

Pasalnya, hanya tinggal mencari di mesin pencari semua materi yang diinginkan. Tinggal klik dan unduh, semua bisa didapatkan. 

Dia juga mendapatkan fakta bahwa, saat ini tidak jarang guru yang memberikan tugas kepada muridnya untuk mencari materi di internet, melalui selancar di dunia maya. 

Perempuan yang akrab disapa Mama Yo ini meminta, agar guru mengurangi memberikan tugas yang sumbernya hanya dari internet. Atau tugas untuk browsing, demi mendapatkan materi. Mama Yo menyarankan, agar kembali menggalakkan budaya baca buku. 

"Saya jadi profesor ini juga karena baca banyak buku," kata perempuan yang sudah 30 tahun menjadi dosen di Universitas Cendrawasih, itu. 

Solusinya, dalam waktu dekat Kementerian PPPA bersama dengan Kementerian Kominfo, Kemenag sebagai penanggung jawab madrasah dan beberapa instansi terkait lainnya akan membahas solusi masalah gadget pada anak ini. 

"Dicari solusinya bersama, untuk cegah penggunaan hape yang berlebihan pada anak," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up