JawaPos Radar

Kasus Dugaan Suap PLTU Riau-1

KPK Telisik Peran Idrus Marham Dan Sofyan Basir

03/08/2018, 01:00 WIB | Editor: Kuswandi
Idrus Marham
Menteri Sosial Idrus Marham usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/7). Mantan Sekjen Partai Golkar tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kasus suap PLTU Riau-1 (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelisik peran pihak-pihak lain yang diduga mengetahui ihwal terjadinya kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, yang melilit Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih. Pendalaman dilakukan termasuk kepada Menteri Sosial Idrus Marham yang diduga mengetahui rasuah proyek jumbo tersebut.

“Sebagian sudah kami dalami dalam  pemeriksaan sebagai saksi dua kali (Idrus Marham), beberapa pertemuan dan pembahasan terkait dengan PLTU Riau 1,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (3/8).

Namun, kendati tengah mendalami peran politikus Golkar tersebut dalam pusaran kasus dugaan korupsi PLTU Riau-1, mantan aktivis antikorupsi tersebut enggan membeberkan sejauh mana perkembangannya.

Eni Saragih
Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih, saat hendak dibawa ke rumah tahanan (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

“Tetapi apa saja yang ditanya atau disampaikan saksi saat itu, belum bisa disampaikan. Tapi kami mendalami hal itu. KPK juga terus memastikan itu semuanya bisa terklarifikasi,”  imbuhnya.

Selain mendalami peran Idrus, penyidik kata Febri, juga turut mendalami peran Dirut PLN Sofyan Basir, karena teridentifikasi melakukan pertemuan dengan dua tersangka suap PLTU Riau- 1. Hal itu terungkap berdasarkan bukti dan petunjuk yang didapatkan dari KPK, di antaranya rekaman CCTV kediaman dan kantor Sofyan yang telah disita penyidik.

“Dari bukt-bukti  yang ditemukan tersebut memang ada beberapa pertemuan-pertemuan yang teridentifikasi dan perlu diklarifikasi lebih lanjut pada pihak-pihak yang bersangkutan. Perannya apa tentu belum bisa disampaikan saat ini,” jelas Febri.

Untuk mengklarifikasi berbagai bukti dan petunjuk tersebut, rencananya penyidik akan kembali memanggil Sofyan kembali. Sebab  pekan lalu tak memenuhi panggilan pemeriksaan.

“Untuk sofyan Basir masih dilakukan pemeriksaan satu kali, kemarin tidak hadir, nanti tentu akan kami menjadwalkan ulang sebagai saksi, kapan nanti akan disampaikan,” tukasnya.

Sementara itu, usai dilakukan pemeriksaan pada Kamis (26/7) lalu, Mensos Idrus Marham membantah terlibat dan menerima kucuran duit suap yang menjerat koleganya, Eni Saragih.

"Jadi gini silakan tanya semua ke penyidik apakah ada korelasinya atau tidak. Saya katakan saya enggak tahu sama sekali. Itu saja yang saya jelasin," tutupnya.

 

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up