JawaPos Radar

Komplotan Pemuda Pembobol Toko Modern Diringkus

02/08/2018, 23:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Pencurian
PRA REKONSTRUKSI: Komplotan pembobol toko ritel modern, diringkus oleh anggota Polsek Singosari.  (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Pemuda sudah seharusnya menjadi masa depan bangsa. Namun apa jadinya jika para pemudanya justru tidak mencontohkan hal yang baik? Seperti yang dilakukan oleh lima pemuda di Singosari, Kabupaten Malang ini.

Lima pemuda dengan usia antara 18 hingga 21 tahun itu harus berurusan dengan Polsek Singosari. Alasannya, kelimanya terbukti melakukan pencurian dengan pemberatan spesialis toko modern serta curanmor. Tidak tanggung-tanggung, mereka melakukan pencurian motor di 16 lokasi kejadian.  

Bisa dibilang mereka juga spesialis pembobol toko ritel modern. Total, sudah tiga toko mereka garong. Semuanya di wilayah Singosari. Kelimanya adalah Adi Pratama, 18; M Sugianto, 19; Zarit Muhammad, 19; Ahmad Jefri, 19 dan Abdul Majid, 21. Mereka semua merupakan warga Sidoarjo. 

Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagio Riyono, menjelaskan, kompolotan ini bisa dibilang profesional dan kawakan. Pasalnya, sebelum melakukan aksi bobol toko modern, mereka melakukan pengamatan terlebih dahulu. 

Target yang akan dibobol diamati selama sekitar satu bulan. Mereka mempelajari situasi di sekitar lokasi yang akan mereka garong. Selanjutnya, juga mencari celah waktu yang aman. 

"Mereka ini komplotan yang terorganisir. Asalnya dari Sidoarjo, usianya masih muda-muda," kata Untung, Kamis (2/8). 

Untung menjelaskan, sudah ada tiga toko yang mereka garong. Pihaknya mengakui, kompolotan ini termasuk cukup licin. Butuh waktu sebulan untuk bisa menangkap mereka. 

Setelah dilakukan pengintaian di sekitar Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, berhasil ditangkap para komplotan. Satu bersatu berhasil diringkus. 

Polisi juga sudah melakukan pra rekonstruksi, di tepi jalan toko dan di dalam toko. Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka sudah beraksi sejak Januari 2018. "Kepada tersangka dikenakan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," katanya. 

Salah satu tersangka, Adi, menjelaskan, dia belum pernah tertangkap sebelumnya. Baru kali ini meringkuk di balik jeruji besi. Alasannya melakukan kejahatan adalah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Kebutuhan saya banyak," katanya tanpa berbicara lebih lanjut.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up