JawaPos Radar

Presiden PBB asal Cirebon itu Akhirnya Tak Berkutik Dibekuk Bareskrim

02/08/2018, 22:31 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Sino PBB
Soegiharto Notonegoro alias Sino, pria yang mengaku sebagai Presiden Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan pimpinan United Nation Swissindo Trust Internasional Orbit (UN Swissindo) akhirnya dibekuk oleh Bareskrim Polri. (Ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Soegiharto Notonegoro alias Sino, pria yang mengaku sebagai Presiden Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan pimpinan United Nation Swissindo Trust Internasional Orbit (UN Swissindo) akhirnya dibekuk oleh Bareskrim Polri. Lantaran, memalsukan sertifikat Bank Indonesia (BI).

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Kombes Daniel Tahi Mohang Silitonga mengungkapkan, pihaknya menangkap Sino mengklaim sebagai pemimpin sekte penghapus utang itu setelah menerima laporan dari BI, karena dugaan pemalsuan tersebut.

“Saat ini sudah dibawa ke Bareskrim Polri untuk diperiksa,” kata dia, Kamis (2/8).

Daniel menjelaskan, pelaku beraksi dengan cara memalsukan sertifikat BI. Tujuanya agar para korbannya yakin utang mereka tak perlu dibayar. “Ini yang melaporkan ke kami adalah Bank Indonesia sebagai korban utama karena sertifikat palsu yang dibuat oleh pelaku,” tuturnya.

Diketahui, Sino yang mengklaim memiliki banyak pengikut di bawah panji UN Swissindo itu sudah beraksi sejak 2010. Tujuannya menjanjikan penghapusan utang umat manusia di dunia.

Konsep pelunasan utang yang dilakukan UN Swissindo hanya bermodal voucer M1, yang kemudian diisi dengan NIK dan nama. Voucer M1 itu bisa diperoleh secara gratis dan tertulis keterangan tidak diperjualbelikan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satuan Petugas (satgas) Waspada Investasi jauh-jauh hari sudah membekukan dan melarang UN Swissindo karena tak punya izin. OJK dan Satgas Waspada Investigasi menyatakan bahwa UN Swissindo telah melakukan kegiatan yang melanggar hukum.

Satgas Waspada Investasi kemudian melaporkan kasus UN Swissindo ke Bareskrim Polri pada 13 September 2016. Pada hari yang sama, Satgas Waspada Investasi juga menyurati UN Swissindo untuk menghentikan kegiatannya karena tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang berlaku di perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

OJK juga mengeluarkan siaran pers bernomor SP 56/DKNS/OJK/6/2016 pada 20 Juni 2016 yang isinya imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap janji-janji pelunasan kredit oleh pihak bertanggung jawab termasuk UN Swissindo.

Kemudian, pada 23 Agustus 2017, Satgas Waspada Insvestasi pernah memanggil Sino untuk menandatangani pernyataan untuk tidak melakukan kegiatan yang sama.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up