JawaPos Radar

Ganjar Siap Jadi Tameng Petani Tembakau

02/08/2018, 20:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengawali prosesi panen raya tembakau di Desa Senden, Selo, Boyolali, Kamis (2/8). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomitmen melindungi dan membela berbagai kepentingan petani tembakau di daerah. Pria berambut putih itu mengaku akan selalu berada di garis terdepan.

“Mohon maaf bukan cerita soal isu kesehatannya, tapi ada sebuah tradisi panjang, kultural, ekonomi, dan banyak hal yang terkait dengan tembakau," kata Ganjar saat mengawali panen raya tembakau di Desa Senden, Selo, Boyolali, Kamis (2/8).

Dalam upayanya, Ganjar yang pernah dinobatkan sebagai Senopati Tembakau ini mengklaim sudah berbicara dengan Menteri Perdagangan, Menteri Perekonomian, bahkan Presiden Joko Widodo. Tujuannya, agar pemerintah melakukan pembatasan impor tembakau sebagai langkah nyata memayungi petani tembakau. 

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomitmen melindungi dan membela berbagai kepentingan petani tembakau di daerah. (Istimewa)

“Rumusnya sederhana saja sebenarnya, memang kebutuhan tembakau nasional kurang, tapi kalaulah diperlukan belilah tembakau lokal, sisanya silakan beli (impor),” terangnya. 

Dengan dilakukannya langkah tersebut, lanjutnya, petani tembakau bisa berkomproni dan harga tembakau di kalangan petani lokal bisa tetap terjaga. Sementara mengenai pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Tembakau, Ganjar meminta agar hal itu terus berproses. 

“Titip saja kepada para pengambil keputusan di sana, lindungi tembakau tanah air, kualitas tembakau dalam negeri bagus,” cetusnya.

Mengenai panen raya tembakau di Desa Senden, terbalut dalam sebuah tradisi turun temurun yang digelar warga desa dengan tajuk Ritual Tungguk Tembakau. Setiap tahun Ganjar hadir dalam ritual ini.

Ia mengawali panen dengan memetik 12 daun tembakau diiringi doa-doa dari tetua desa. Sebelumnya, Ganjar juga didaulat memotong tumpeng besar sebagai tanda syukur atas berkah Yang Maha Kuasa.

Dengan latar belakang Gunung Merbabu, acara kemudian dilanjutkan arak-arakan drum band dan penari reog berkostum daun yang seluruh anggotanya anak-anak.

Ganjar mengatakan Ritual Tungguk Tembakau memiliki potensi wisata yang dahsyat untuk dikembangkan. Politisi PDIP itu berharap gelaran ini bisa menjadi magnet untuk datang ke Desa Senden. “Potensi wisata ini dashyat, tinggal dikelola agar menjadi destinasi wisata yang menarik,” tandasnya. 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up