JawaPos Radar

Loh 2 Polisi Ini Malah Lakukan Penodongan, Iqbal: Pecat!

03/08/2018, 05:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Loh 2 Polisi Ini Malah Lakukan Penodongan, Iqbal: Pecat!
Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bukannya menangkap pelaku kejahatan jalanan, dua oknum polisi ini malah menjadi penjahatnya. Adalah Singgih Permana, Anggota Satuan Resnarkoba Polres Metro Bekasi dan Ahmad Ghazali, anggota Direktorat Pam Obvit Polda Metro Jaya yang dikabarkan menjadi pelakunya.

Mereka diamankan karena terkait kasus penodongan terhadap Baindro di Jalan Baru Harapan Baru, Kota Bekasi, Selasa (24/7) kemarin.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan Polri akan tegas terhadap oknum yang melakukan pelanggaran apalagi perbuatan melanggar hukum. "Kita akan cek ke Polda Metro Jaya gimana fakta hukumnya," ujar dia di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (2/8).

Sejauh ini pihaknya masih menyelidiki motif dari perbuatan Singgih dan Ghazali. Namun apabila benar perbuatan mereka, hal tersebut mencoreng nama Kepolisian. 

"Mau tidak mau kita merasa harus melakukan penguatan kembali," imbuhnya.Proses pidana pun akan dilakukan jika terbukti mereka melakukan penodongan atau pemerasan. "Jika terbukti kita akan tindak tegas, pecat itu dipecat," pungkas Iqbal.

Sebelumnya, pada Rabu (1/8), Singgih dan Ghazali diamankan bersama Pakih Ahmad Kenarok dan Karno oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Mereka diamankan di Jalan Gabus Dukuh, Kelurahan Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Mereka diduga terlibat aksi pemerasan terhadap Baindro.

Kejadian ini bermula ketika Baindro Yang tengah berbincang dengan tiga orang temannya tiba-tiba didatangi pelaku yang berjumlah 5 orang dengan menggunakan sepeda motor dan mobil. Kemudian dia diancam serta dimintai uang dan barang berharga lainnya.

Baindro dan tiga rekannya pun dibawa oleh pelaku dengan kendaraan roda empat. Mulut mereka dilakban sambil diancam dan dipaksa untuk menyerahkan dompet dan ATM. Korban dipaksa dan diancam oleh pelaku untuk mentransfer sejumlah uang pada rekening pelaku. 

Kemudian korban terpaksa mentransfer dengan nilai nominal Rp. 12,5 juta. Para pelaku lantas pergi dengan meninggalkan korban di bank. Hingga Bandrio melapor ke kepolisian setempat. 

Dalam hal ini, Singgih berperan menodongkan senjata api ke kaki korban dan menyuruh meninggalkan korban di Kalimalang. Sementara Ghazali meminta ATM korban dan menarik sejumlah uang dari mesin ATM. Dia juga menyuruh meninggalkan para korban di Kalimalang. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up