JawaPos Radar

Perluas Ekskavasi, Situs Peninggalan Candi Duduhan Kembali Ditemukan

Lebih Muda Daripada Borobudur

02/08/2018, 20:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penemuan Candi Baru
Situs candi baru ditemukan di pekarangan milik warga desa Duduhan, Kelurahan Mijen, Kota Semarang, Kamis (2/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sebuah situs candi kembali ditemukan di area pekarangan milik warga desa Duduhan, Kelurahan Mijen, Kota Semarang. Sebelumnya, di daerah itu sudah ditemukan terlebih dahulu bangunan candi Hindu peninggalan Mataram Kuno tahun 2015 lalu.

Situs ini ditemukan usai petugas dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) kembali melakukan ekskavasi terhadap situs bangunan candi berukukan 9x9 meter yang ditemukan tiga tahun silam. Dalam hal ini, Puslit Arkenas bekerjasama dengan Pusat Penelitian Prancis untuk Asia Timur.

Pada proses penggalian kali ini, ada tiga candi baru yang ditemukan. Ketiganya menginduk pada bangunan pertama yang berhasil diekspose dan berukuran masing-masing 5x4 meter.

Penemuan Candi Baru
Penemuan ini kian meyakinkan bahwa area perkebunan warga itu dulunya atau lebih tepatnya pada abad ke-9 adalah komplek peradaban Mataram kuno. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

"Yang baru ditemukan, lokasinya di sebelah timur candi yang lama. Awalnya ada pintu masuk candi dan setelah dicek, ternyata ada tiga candi Perwara (berukuran kecil di sekitar bangunan induk)," kata Koordinator Puslit Arkenas, Agustijanto di lokasi ekskavasi, Kamis, (2/8). 

Menurut sang koordinator, prosesi penggalian terhadap tiga candi itu berlangsung sejak 25 Juli hingga 5 Agustus 2018 besok. Ekskavasi batuan dilakukan secara manual dengan penuh kehati-hatian. Meski yang tersisa hanyalah pondasi atau bagian kaki candi saja. "Atasnya sudah hilang," sambungnya.

Penemuan ini kian meyakinkan bahwa area perkebunan warga itu dulunya atau lebih tepatnya pada abad ke-9 adalah komplek peradaban Mataram kuno. Di lokasi yang sama, sebelumnya juga sempat ditemukan arca Ganesha yang sudah dipindah ke Museum Ronggowarsito.

Adapun arca Nandi atau Nandiswara yang diangkat ke permukaan dari tempat itu. Sayangnya, arca lembu dalam mitologi agama Hindu itu kini malah tak terawat. Terabaikan tanpa kepala dan buntut di lokasi perempatan jalan desa dekat lokasi penemuan candi.

Intinya, penemuan tiga candi baru ini, tegas Agus, memerjelas rupa candi Shiva ini. Yang disebutkannya, bentuknya identik dengan Candi Prambanan dan Gedong Songo yang keberadaannya sejalan dengan masuknya ajaran agama Hindu ke Jawa Tengah. "Cirinya ada satu candi induk dan tiga Perwara," tutupnya.

Di saat bersamaan, salah satu peneliti dari Lembaga Penelitian Prancis untuk Asia Timur, Veronique Degroot mengatakan, masih ada proyek penggalian lain selain candi di Kota Semarang ini. "Satunya di kampung China, Medan. Tapi kalau di Semarang, surveinya sudah sejak lima tahun lalu. Ini baru seperempat jalan dan masih dicari pagar yang mengelilingi candi. Hipotesanya, candi ini lebih muda dari Borobudur," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up