JawaPos Radar

Viral Karena Mualaf, Begini Sosok Arnita di Kampus IPB

02/08/2018, 20:00 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Arnita IPB
Arnita Rodelia Turnip mendadak viral di berbagai media dan pemberitaan. Sosoknya menjadi terkenal karena beasiswanya di Institut Pertanian Bogor (IPB) dicabut oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (Intan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nama Arnita Rodelia Turnip mendadak viral di berbagai media dan pemberitaan. Sosoknya menjadi terkenal karena beasiswanya di Institut Pertanian Bogor (IPB) dicabut oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Alasannya diduga karena Arnita pindah agama Islam.

Arnita pun kini menempuh kuliah di di Kampus UHAMKA Jakarta Timur. Namun, di mata Wakil Rektor IPB Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Dr. Drajat Martianto, sosok Arnita juga memiliki catatan tersendiri.

Menurut Drajat, sosok Arnita selama ini dikenal sebagai mahasiswi yang bisa mengikuti perkuliahan dan kegiatan akademik dengan baik. Tak pernah ada catatan buruk dari prestasi akademik gadis berkacamata itu.

"Kalau akademik sedang-sedang saja. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di tingkat satu, 2,71. Cukup lumayan artinya dia bisa mengikuti preses belajar di IPB dengan cukup baik," kata Drajat kepada JawaPos.com, Kamis (2/8).

Dari sisi pribadinya, Arnita juga selalu nampak ceria dari foto-fotonya. Arnita mulai memeluk islam di saat semester 1 atau saat awal masuk kampus IPB. Secara pribadinya, Drajat menilai Arnita anak yang baik.

"Kalau secara pribadi saya baru bertemu sekali. Anaknya baik dan sopan," jelas Drajat.

Hingga saat ini banyak pihak yang siap membantu biaya akademik perkuliahan untuk Arnita. Berbagai donatur dan para alumni juga siap untuk membantu. Jangan sampai biaya menghalangi pendidikan.

"Beberapa alumni sudah bersedia membantu melalui pemberian beasiswa alumni. Karena kasusnya sekarang ditangani Ombudsman perwakilan Sumatra Utara maka kami membantu Ombudsman menyediakan data pendukung yang diperlukan," tandasnya.

Diketahui, Arnita menyebut baru dua semester menikmati kampus impian para mahasiswa Indonesia melalui beasiswa unggulan. Seharusnya bisa dinikmati hingga mendapat gelar S1 namun datang sepucuk surat yang berisi dicabutnya beasiswa sepihak.

"Jadi surat itu sekitar bulan September 2016, kita gak tau karena surat gak ada tembusan ke saya dan orangtua jadi tiba-tiba surat tersebut hanya sampai ke IPB saja," ungkap Arnita saat ditemui JawaPos.com, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (2/8).

Kuasa Hukum Arnita, Aldwin Rahadian menyebut isi surat pencabutan beasiswa sepihak mengenai tidak akan diberikan lagi beasiswa oleh Pemkab Simalungun kepada Arnita.

"Jadi dalam surat itu ada lima orang, yang lain karena Dropout, dan hanya Arnita yang satu-satunya di coret strip. gak jelas kenapa," ujarnya.

Karena itu, kata Aldwin akibat dicabutnya beasiswa sepihak maka Arnita terpaksa tidak melanjutkan kuliah karena memang tidak bisa membayarnya. "Enggak bisa lanjut perkuliahan karena gak dibayarkan gak bisa kuliah dan status nonaktif," tukasnya.

Padahal, Aldwin menegaskan, Arnita tidak melanggar persyaratan beasiswa seperti IPK diatas 2,5 bahkan melebihi, membuat laporan keuangan per semester. Baginya, ini persoalan Arnita yang muallaf maka dicabutlah beasiswa tersebut.

"Setelah di semester awal pindah agama jadi muallaf konon ada kawannya melapor ke distrik (senior ini yang lapor) tiba-tiba dia dapat surat tersebut," pungkasnya.

(ika/ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up