JawaPos Radar

Tegas! KPU Coret Bacaleg Eks Koruptor

02/08/2018, 21:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
KPU Kalteng, KPU Coret Koruptor, KPU Caleg Koruptor
Ilustrasi: KPU. KPU Kalteng mencoret Bakal Calon Legislatif yang merupakan Eks koruptor. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bertindak tegas. Ada beberapa Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang telah dicoret lembaga penyelenggara pemilihan ini. Pencoretan itu karena Bacaleg yang didaftarkan partai politik ternyata merupakan eks narapidana koruptor.

Padahal, sebelumnya, partai sudah melampirkan pakta integritas. Bahkan KPU sudah mewanti-wanti agar tidak mendaftarkan yang terindikasi pernah menyandang status narapidana koruptor, bandar narkoba, dan kejahatan seksual terhadap anak.

Ketua KPU Kalteng Harmain mengatakan, KPU kabupaten membatalkan pencalonan beberapa Bacaleg. Ini lantaran Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sebelumnya sudah ada masa perbaikan hingga 31 Juli hingga pukul 24.00 WIB. Namun, tidak ada pergantian dari partai sehingga wajib dicoret. “Ada beberapa yang dicoret karena TMS,” ujarnya kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di ruang kerjanya, Rabu (1/8).

Dia mencontohkan, di Katingan, ada 6 Bacaleg yang ternyata eks narapidana (napi) korupsi. Dari 6 itu, hanya satu yang diperbaiki oleh partai. Sehingga KPU mencoret nama Bacaleg yang tidak diperbaiki. “Di Katingan, hanya 1 yang diperbaiki. Di Seruyan juga ada, 1 akan di-TMS-kan,” tambahnya.

Tindakan pembatalan itu, lanjut Harmain, telah berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor 742 tanggal 23 Juli 2018, angka 1 huruf B, yang berbunyi “Apabila pada masa penelitian syarat calon diketahui dan dibuktikan dengan telah diterimanya salinan putusan yang telah berkekuatan hukum bahwa bacaleg tersebut adalah mantan narapidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak dan atau korupsi maka yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).”

Hal itu juga telah sesuai petunjuk teknis yang diatur dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 Pasal 18 Ayat 15. Di juknis ini, berdasarkan hasil verifikasi atau laporan masyarakat terbukti Bacaleg yang diajukan parpol tidak sesuai dengan pakta integritas, parpol dapat mengganti Bacaleg tersebut. “Mereka (partai, red) tidak melakukan penggantikan. Karena itu TMS,” ungkapnya.

Menurut dia, hingga Selasa (31/7), pihaknya telah menerima perbaikan Bacaleg. Beberapa partai ada yang mengganti, ada yang tidak mengganti. Sebelumnya, Bawaslu RI juga telah merilis Bacaleg yang mantan napi korupsi. Di Kalteng, ditemukan 16 Bacaleg eks koruptor yang maju di Pileg 2019 tingkat DPRD kabupaten. Namun, tegas Harmain, yang di-TMS-kan dan yang ditemukan oleh KPU, itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan timnya.

“Kami berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan tim yang terdiri dari beberapa instansi. Seperti dari pengadilan negeri dan kepolisian,” ungkapnya.

Meskipun sudah dilakukan penggantian, lanjut Harmain, KPU tetap meneliti administrasi dan verifikasi nama pengganti bacaleg yang diajukan partai. “Mereka partai sudah menyerahkan hasil perbaikan. Saat ini masa verifikasi hingga 7 Agustus nanti. Prosesnya sama seperti kemarin. Untuk daftar caleg sementara (DCS), akan diumumkan 12-14 Agustus nanti,” pungkasnya.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up