JawaPos Radar

Pilpres 2019

PKS Bakal Tinggalkan Prabowo, Ini Reaksi Anak Buah Airlangga

02/08/2018, 19:13 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ace Hasan Golkar
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, tidak akan ada partai politik yang netral di Pilpres 2019 mendatang. Alasannya karena ada aturan UU Nomor 7/2017 tentang pemilihan umum (Pemilu). (JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menutup kemungkinan akan meninggalkan Prabowo Subianto. Itu sangat mungkin terjadi apabila keinginannya untuk menjadi cawapres tidak diakomodasi oleh mantan Danjen Kopassus.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, tidak akan ada partai politik yang netral di Pilpres 2019 mendatang. Alasannya karena ada aturan UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Diketahui, dalam UU tersebut disebutkan bahwa partai politik maupun gabungan berkewajiban mengajukan capres dan juga cawapres yang didukung. "Jadi saya kira tidak akan ada istilah abstain di Pilpres 2019 nanti karena parpol punya kewajiban mencalonkan," ujar Ace saat dihubungi, Kamis (2/7).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menambahkan, apabila partai politik tetap menyatakan netral di Pilpres 2019 mendatang, maka akan diberikan sanksi tidak diperbolehken mengikuti Pemilu di 2024. 

Menurut Ace, sanksi itu merujuk Pasal 235 ayat 5 UU Pemil‎u yang berbunyi, 'Dalam hal partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi syarat mengajukan pasangan calon tidak mengajukan pasangan calon, maka partai politik bersangkutan dikenai sanksi pemilu berikutnya'.

"Sanksinya tidak boleh ikut pemilu dan pemilihan legislatif. Saya kira partai nggak ada yang mau seperti itu," katanya.

Diketahui, PKS tetap berusaha ingin kadernya menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang. Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin bahkan telah menengaskan apabila kadernya tidak dipilih oleh Prabowo Subianto, maka akan melakukan pembahasan di internal partai guna menyikapi langkah yang akan diambil.

Bahkan diungkapkan Suhud, partai berlogo bulan sabit kembar ini bakal bersikap netral dalam Pilpres 2019 mendatang. Alasannya karena keinginan PKS menjadi cawapres tidak diakomodasi.

"Itu adalah salah satu opsi yang mungkin diambil kalau situasinya memungkinkan," katanya.

Namun sikap netral itu masih menunggu pembahasan di internal DPP dan juga majelis syuro apabila kemungkinan terburuk ini muncul. ‎Saat ini, kata dia, pembicaraan terus dilakukan mencari sosok cawapres ideal pendamping Prabowo. Sembari PKS menunggu nama cawapres diumumkan oleh eks Danjen Kopassus itu.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up