JawaPos Radar

Waspadai Biro Tiket Abal-abal di Dieng Culture Festival 2018

02/08/2018, 19:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Dieng Culture Festival
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Ida Bagus Ketut Alamsyah dalam konferensi pers terkait pelaksanaan DFC 2018 di Rumah Makan Nglaras Roso, Jalan Thamrin, Semarang, Kamis (2/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pelaksanaan event tahunan Dieng Culture Festival (DCF) 2018 akan memasuki hari pertamanya, Jumat (3/8) besok dan akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. Pemerintah pun meminta calon pengunjung agar mewaspadai promo abal-abal untuk pembelian tiket acara tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Ida Bagus Ketut Alamsyah mewanti-wanti pemesan tiket untuk acara DCF 2018. Khususnya yang melakukan pembelian via online. 

Alasannya, beberapa wisatawan dari Jakarta sempat tertipu dengan biro wisata abal-abal yang turut menjual even DCF 9. "Lebih baik langsung menghubungi panitia melalui website resmi di www.diengpandawa.com atau www.dieng.id ," katanya saat dalam konferensi pers terkait pelaksanaan DCF 2018 di Rumah Makan Nglaras Roso, Jalan Thamrin, Kota Semarang, Kamis (2/8).

Sementara, mengenai pelaksanaan DCF 2018 ini, menurut Ketut bukan semata untuk mengenalkan potensi wisata di dataran tinggi Dieng. Tetapi juga menjadi tempat belajar serta mempertemukan pelaku kreatif dalam bidang wisata di seluruh Indonesia. 

Sebagaimana diketahui, DCF ini diselenggarakan oleh Komunitas Dieng Pandawa, sebuah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Desa Dieng Kulon. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya kegiatan, makin banyak lagi pihak yang terlibat di dalamnya.

"Ini kesempatan mempertemukan pelaku ekonomi usaha kecil pedesaan di sekitar dataran tinggi Dieng dan mempromosikan produk UKM (Usaha Kecil Menengah)," terangnya lagi.

Ketut menilai, Dieng memiliki warisan kebudayaan yang sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat dari keberadaan candi serta artefak hasil peninggalan kebudayaan peradaban masa lampau. "DCF sendiri sudah masuk dalam seratus agenda tahunan yang ada di Indonesia," imbuhnya.

Pelaksanaan DCF seperti diketahui telah memasuki tahun ke-9 sejak pertama kali dihelat 2010 lalu. Sederet agenda yang akan digelar dalam event kali ini, diantaranya, Aksi Dieng Bersih, Festival Caping dan Bunga, Pameran produk UKM dan kuliner, Festival Jazz Atas Awan, dan Festival Kembang Api yang akan diselenggarakan pada Jumat (3/8).

Sementara hari berikutnya, acara akan diawali dengan Festival tumpeng, kirab budaya, dan Sendra Tari Rambut Gembel, Senandung Negeri Atas Awan, serta Festival Lampion. Hari terakhir, Minggu (5/8), terdapat Jamasan dan prosesi ruwatan cukur rambut gembel yang diprediksi jadi daya tarik wisatawan.

Puncak prosesi tersebut akan dilangsungkan di Kompleks Candi Arjuna. Sedangkan seluruh kegiatan akan melibatkan masyarakat Dieng di kawasan Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang. "Magnet wisatawan akan mencapai puncaknya pada prosesi ruwatan cukur gembel yang diawali dengan jamasan," tandasnya Ketut.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up