JawaPos Radar

Sasar Pembangunan Timur Indonesia, Senator Australia Sambangi Sulsel

02/08/2018, 18:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Sasar Pembangunan Timur Indonesia, Senator Australia Sambangi Sulsel
Ketua DPRD Sulsel, Mohammad Roem dan beberapa anggota DPRD Sulsel lain menerima anggota senator Australia, di kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharja, Kamis (2/8). (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - DPR Pusat Australia atau senator Australia melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Didampingi Konsulat Australia di Indonesia Richard Matthews, empat delegasi senator Australia masing-masing Ken O'Dowd, Sharon Claydon, Patrick Dodson dan Dean Smith berbagi pengalaman terkait kondisi dan situasi kedua negara. 

Richard Matthews mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mendapatkan dan berbagi pemahaman antara Australia dengan daerah di Indonesia, khususnya di Sulsel yang berkaitan dengan berbagai isu. Mulai dari perintahan yang demokrasi, toleransi dalam beragama, sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga politik. 

Delegasi ini, kata Richard khususnya tertarik dengan tantangan dan kesempatan berkaitan dengan pembangunan yang pesat di kawasan  Indonesia bagian timur. "Kami mengingikan kunjungan anggota Parlemen Australia maupun pejabat dan pimpinan yang ada di Sulsel ini bisa mengerti satu sama lain dibidang politik, perdagangan dan budaya," kata Richard Matthews dihadapan Pimpinan DPRD Sulsel, di kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (2/8). 

Richard Matthews menyapaikan, jika kunjungan mereka juga untuk mempererat hubungan persaudaraan, mengingat Indonesia dan Australia memiliki hubungan dekat khususnya dibidang perdagangan. 

"Kunjungan ini akan lebih mempererat hubungan bilateral kita yang berdasarkan sejarah panjang tentang perdagangan dan pertukaran budaya antar suku asli Australia dan Sulsel," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, Mohammad Roem menjelaskan, jika selama ini perkembangan politik khusus di Sulsel selalu membaik. Meskipun sebelumnya, Sulsel dinyatakan zona merah dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada). Namun kenyataanya, usai Pilkada tidak ada lagi riak-riak yang membuat kegaduhan masyarakat. 

"Perkembangan demokrasi semakin baik dari waktu kewaktu. baik itu tingkat lokal, provinsi maupun kota. Sulsel dikatakan selalu masuk dalam zona merah. Tapi pada pelaksanaannya tidak demikian. Itu bisa diambil kesimpulan bahwa masyarakat semakin dewasa dalam melaksanakan proses demokrasi," jelasnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up