JawaPos Radar

Bawa Tarantula Pria di Singapura Didenda Rp 185 Juta

03/08/2018, 04:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
bawa tarantula pria didenda
Petugas menemukan enam tarantula hidup, disimpan secara individual dalam wadah, di dalam tas selempang di kursi penumpang belakang (Channel News Asia)
Share this image

JawaPos.com - Seorang pria berusia 34 tahun bernama Tam Jiaming didenda USD 12.800 atau setara Rp 185 juta karena mengimpor dan menyimpan tarantula di rumahnya secara ilegal. Ia ditangkap di pos pemeriksaan Tuas, Singapura dengan enam tarantula hidup dalam tas selempang.

Agri Food and Veterinary Authority (AVA) dan Immigration and Checkpoints Authority (ICA) mengatakan, ketika berhenti di pos pemeriksaan pada 4 Januari, Tam mengatakan kepada petugas ICA bahwa tak ada yang perlu dilaporkan. Namun petugas menemukan enam tarantula hidup, disimpan secara individual dalam wadah, di dalam tas selempang di kursi penumpang belakang.

Dalam penyelidikan lanjutan di rumah Tam, AVA menemukan dan menyita 92 tarantula lainnya. Perlu diketahui bahwa tarantula tidak boleh untuk disimpan sebagai hewan peliharaan di Singapura.

Beberapa tarantula adalah spesies yang dilindungi di bawah Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora atau Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES). Laba-laba ini telah ditempatkan di bawah perawatan Wildlife Reserves Singapore.

AVA mengatakan, permintaan hewan liar seperti tarantula akan mendorong perdagangan ilegal satwa liar. Ini akan sangat berdampak pada populasi dari banyak spesies.

"Satwa liar bukan hewan peliharaan yang cocok karena beberapa mungkin menularkan penyakit zoonotik ke manusia dan menimbulkan risiko keamanan publik jika salah penanganan atau jika mereka melarikan diri ke lingkungan perkotaan padat," kata AVA.

"Hewan nonpribumi juga bisa menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati kita jika dilepaskan ke lingkungan," tambah Ava.

Memelihara atau memperdagangkan satwa liar ilegal, pelaku dapat didenda hingga 1.000 Dolar Singapura atau setara Rp 10 juta dan hewannya akan disita.

Impor, kepemilikan atau penjualan spesies yang dilindungi CITES tanpa izin CITES juga merupakan pelanggaran yang dapat dihukum dengan denda hingga Rp 500 juta per hewan yang terdaftar dalam CITES. Hingga total maksimum Rp 5 Miliar dan hingga dua tahun penjara.

Jika hewan-hewan itu menjadi sasaran penyiksaan, mereka yang divonis bersalah dapat dikenakan denda tambahan hingga Rp 100 juta dan hingga 12 bulan di penjara.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up