JawaPos Radar

Pria Ini Bikin Bunker untuk Persiapan Perang Nuklir

03/08/2018, 05:00 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
bunker untuk persiapan perang nuklir
Menurut laporan, Beach mengklaim tempat penampungan itu bisa juga berfungsi sebagai panti asuhan bawah tanah (Mirror)
Share this

JawaPos.com - Seorang lelaki 83 tahun asal Kanada, Bruce Beach mulai membangun bunker sejak 1980-an pada puncak Perang Dingin. Dilansir dari Mirror pada Selasa, (31/7), Beach percaya bahwa perang nuklir akan terjadi dan dia yakin harus mempunyai tempat yang aman untuk bersembunyi.

Beach mulai membangun shelter yang dinamainya Ark Two dengan luas 10 ribu kaki persegi di awal 1980-an. "Dunia akan segera mengalami perang nuklir. Aku sudah memikirkan selama bertahun-tahun ini," katanya kepada BBC.

Menurut Beach, para pemimpin dunia tidak bisa menjadi lebih buruk daripada ini, tetapi mereka melakukannya. Perang nuklir telah muncul di dokumenter Netflix 2012 'Doomsday Preppers'.

bunker untuk persiapan perang nuklir
Beach mulai membangun shelter yang dinamainya Ark Two dengan luas 10 ribu kaki persegi di awal 1980-an (Mirror)

Jika dunia berakhir, ujar Beach, ia telah mempersiapkan berbagai skenario bencana. Bunker miliknya terdiri dari 42 bus sekolah yang terkubur 14 kaki di bawah tanah, dapat menampung sebanyak 500 orang hingga tiga minggu, waktu yang cukup untuk menjauh sementara dari ledakan nuklir ke tingkat yang aman.

Menurut Beach, lapisan-lapisan bumi di atas kompleks penampungan harus cukup untuk membuat orang-orang aman dari efek radiasi. Bunker ini didukung oleh generator diesel, memiliki dua dapur, pipa penuh, ruang untuk menyimpan senjata, tangki dekontaminasi, kapel, pusat komunikasi radio, dan tangki air 5.000 galon.

Menurut laporan, Beach mengklaim tempat penampungan itu bisa juga berfungsi sebagai panti asuhan bawah tanah. Dia lebih suka membiarkan anak-anak masuk ke bunker daripada orang dewasa karena mereka adalah masa depan peradaban.

Bunkernya bisa menampung sebanyak 96 anak-anak. Semua orang dipersilahkan untuk berlindung di bunkernya, terlepas dari ras, keyakinan, atau agama.

Dia tidak berencana untuk meminta uang tetapi meminta siapa pun yang ingin tinggal di sana untuk menjadi sukarelawan dan membantu dengan pemeliharaan di masa damai.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up