JawaPos Radar

Senangnya Ribuan Lansia Banyuwangi Dikirimi Makanan Bergizi Gratis

14/07/2018, 16:05 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Senangnya Ribuan Lansia Banyuwangi Dikirimi Makanan Bergizi Gratis
Melalui Go-Jek, Pemkab Banyuwangi mendistribusikan makanan bergizi bagi ribuan lansia secara gratis (Pemkab Banyuwangi for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Pemkab Banyuwangi punya perhatian khusus kepada para warga yang sudah lanjut usia (lansia) nonproduktif. Caranya, lewat program “Rantang Kasih” yang sudah berjalan sejak akhir tahun lalu. Itu adalah program yang memberikan makanan bergizi gratis setiap hari kepada ribuan warga lansia.

Manfaat itu dirasakan betul oleh warga. Salah satunya, Hindun, 90. Warga di lingkungan Karangtepes, Kelurahan Tukangkayu yang hidup sebatang kara itu senang sejak program ini dijalankan. Sebab, setiap hari Hindun biasa mendapatkan makanan dari uluran tangan tetangga dan saudara jauhnya.

"Biasanya kalau makan ya masak sendiri atau dikasih keponakan. Alhamdulillah, sekarang dikirim rantang setiap hari. Saya tidak perlu masak lagi. Kalau masak kan saya repot, harus belanja. Repot pokoknya," kata Hindun.

Senangnya Ribuan Lansia Banyuwangi Dikirimi Makanan Bergizi Gratis
Melalui Go-Jek, Pemkab Banyuwangi mendistribusikan makanan bergizi bagi ribuan lansia secara gratis (Pemkab Banyuwangi for JawaPos.com)

Hindun juga senang karena menunya bervariasi. "Rantang ini membuat saya hemat, uang yang dikasih saudara bisa saya simpan untuk keperluan lain," jelasnya.

Begitu pula yang dirasakan Hanipan, 80, warga Wonosari, Kelurahan Sobo. Hanipan yang juga hidup sebatang kara itu mengandalkan makanan dari bantuan orang lain.

"Alhamdulillah, sekarang sudah dapat kiriman nasi setiap hari dari pemerintah. Saya tidak perlu khawatir merepotkan orang lain lagi," kata Hanipan.

Hal yang sama juga dirasakan Sudahri, yang bahagia karena dirinya mendapat makanan bergizi setiap hari dari program yang diluncurkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sejak akhir 2017 tersebut.

“Makanannya enak, pasti saya habiskan, tidak pernah ada yang saya buang,” ujar Sudahri yang tinggal di Lingkungan Karangtepes, Kelurahan Penganjuran.

Dalam menjalankan program tersebut, Pemkab Banyuwangi menggandeng warung rakyat yang terdekat dengan rumah warga, sehingga ikut menggerakkan ekonomi warga. Salah satunya Warung ‘Saung Siliwangi’ di Jalan Kepiting, Banyuwangi.

“Setiap hari menunya berbeda. Ada lauk, ada sayur, ditambah sesekali ada buah. Kita juga menyesuaikan keinginan penerimanya, misal ada lansia yang tidak suka daging, kita ganti telur," jelas dia.

Fatimah mengaku menu itu sesuai anjuran Dinas Kesehatan. Bahkan, Dinkes melakuan supervisi ke warungnya setiap dua hari sekali untuk memastikan kandungan gizi menu yang akan dikirimkan sekaligus melihat higienitas warung.

"Maklum saja, para lansia ini kan kondisi kesehatannya rentan jadi kita harus hati-hati. Contohnya, dinkes melarang saya menggunakan penyedap masakan, nasi harus model liwet yang lembek. Kalau menu sayur asem, saya dianjurkan pakai tomat untuk rasa asamnya," jelas Fatimah.

Fatimah sangat senang warungnya dilibatkan dalam program ini. "Kadang saya beri lebih buah-buahan atau kue, sekaligus ini amal. Kadang kita mau sedekah ke fakir miskin belum tentu tepat orangnya, tapi kalau program ini kan jelas. Jadi, saya ini bahagia bisa melayani mereka," ujarnya.

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up