JawaPos Radar

Golkar Sebut Jokowi Perlu Pertimbangkan Cawapres dari Parpol

14/07/2018, 15:01 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Golkar Sebut Jokowi Perlu Pertimbangkan Cawapres dari Parpol
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto (dua dari kanan) bersama Habib Jindan Bin Novel Bin Salim usai pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Al Fachriyah di Tangerang, Banten, Rabu (11/7). (HENDRA EKA/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com – Pendaftaran untuk mengikuti Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 makin dekat. Namun, hingga kini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan siapa calon wakil presiden yang bakal digandeng. Informasi terkahir, Jokowi disebut-sebut sudah mengantongi lima nama yang bisa menjadi cawapres.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Jokowi perlu mempertimbangkan tokoh dari partai politik untuk menjadi cawapresnya. Sebab, partai politik sangat membantu Jokowi dalam menghadapi berbagai macam situasi.

"Pak Jokowi harus mempertimbangkan dukungan parpol dengan menggandeng calon dari partai utnuk menjaga proses pemerintahan ke depan," ujar Ace dalam diskusi di kawasan cikini, Jakarta, Sabtu (14/7).

Golkar Sebut Jokowi Perlu Pertimbangkan Cawapres dari Parpol
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri peringatan hari jadi Bhayangkara ke-72 (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Oleh sebab itu, Golkar menawarkan ketua umumnya Airlangga Hartarto menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Alasannya, Indonesia bakal menghadapi berbagai macam persoalan. Misalnya, tekanan ekonomi global dan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Nah, dengan kondisi itu, maka seharusnya figur yang tepat mendampingi Jokowi adalah yang ahli di bidang ekonomi dan industri. "Maka Partai Golkar menawarkan Pak Airlangga menjadi pendamping beliau," katanya.

Saat ini Partai Golkar juga telah menunjukan kinerja-kinerjanya dalam mendukung Jokowi. Misalnya di parlemen, semua program pemerintah sudah didukung Golkar. Sehingga, untuk menjaga efektifitas pemerintahan juga perlu mendapat dukungan kuat dari partai politik.

"Jadi kita tidak bisa bayangkan kalau Pak Jokowi tidak didukung Golkar di periode tiga tahun ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan ada lima nama kandidat yang bakal mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang.  Lima nama ini merupakan pengrucutan dari sepuluh nama yang sudah masuk pertimbangan. Lima nama ini masih terus 'digodok' oleh Jokowi.

Saat ini, partai yang ingin ketua umumnya menjadi cawapres adalah, Partai Golkar lewat Airlangga Hartarto, PKB dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan PPP ada Romahurmuziy.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up