JawaPos Radar

Kemarau di Gunungkidul Diprediksi Lebih Panjang

14/07/2018, 14:16 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Wakil Bupati Gunungkidul
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi yakin warga mampu mengatasi bencana kekeringan. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), akan mengalami puncak musim kemarau lebih panjang dibandingkan wilayah lain. Seperti di Kecamatan Playen, Wonosari, Karangmojo, Semin, dan Panggang.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Djoko Budiyono menjelaskan, puncak musim kemarau di Gunungkidul akan terjadi mulai Agustus minggu ketiga hingga September minggu kedua.

Sementara untuk wilayah lain di DIJ, rata-rata puncak musim kemarau mulai minggu pertama Agustus hingga minggu pertama September. "Puncak musim kemarau diprediksi masih normal," kata Djoko, Sabtu (14/7).

Perbedaan waktu masa puncak musim kemarau dikarenakan waktu pergantian musim juga berbeda. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap bencana kekeringan.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi meyakinkan masyarakat tetap bisa mengatasinya meski beberapa wilayah mengalami puncak kemarau yang lebih panjang. "Gunungkidul pernah mengalami kemarau panjang, dan kami tetap menggunakan pendekatan droping air," tutur Immawan.

Pemerintah terus melakukan upaya dalam mengatasi bencana kekeringan yang terjadi setiap tahun. Seperti bekerja sama dengan pihak ketiga atau melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan maupun perorangan.

hal itu untuk mencari sumber air terdekat. Meski sudah banyak yang berminat melakukannya, namun cara itu sampai sekarang masih dikaji. "Kami baru mencari sumber mata airnya untuk dibor," paparnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up